Bangladesh-Myanmar Sepakati Pemulangan Rohingya dalam 2 Tahun

Bangladesh-Myanmar Sepakati Pemulangan Rohingya dalam 2 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Jan 2018 16:35 WIB
Pengungsi Rohingya di Bangladesh (REUTERS/Susana Vera)
Naypyitaw - Otoritas Bangladesh dan Myanmar sepakat untuk menyelesaikan pemulangan pengungsi Rohingya ke Rakhine dalam waktu dua tahun. Ini merupakan pertama kalinya batas waktu konkret disepakati Bangladesh-Myanmar terkati pemulangan pengungsi Rohingya.

Kesepakatan yang dibahas di Naypyitaw, Myanmar, pekan ini berlaku untuk sekitar 750 ribu pengungsi Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh sejak Oktober 2016. Kebanyakan dari mereka melarikan diri dari operasi militer Myanmar di Rakhine yang dilaporkan sarat kekerasan.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (16/1/2018), pemerintah Bangladesh menyatakan kesepakatan itu bertujuan untuk memulangkan Rohingya 'dalam waktu dua tahun dari dimulainya repatriasi'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun sayangnya pernyataan Bangladesh itu tidak menyebut lebih lanjut soal tanggal dimulainya proses repatriasi itu. Meskipun sebelumnya pemerintah Myanmar menyatakan akan mulai menyambut pengungsi yang kembali dari Bangladesh mulai 23 Januari nanti.

Disebutkan bahwa kesepakatan itu tidak mencakup 200 ribu pengungsi Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh sebelum Oktober 2016, karena kekerasan komunal dan operasi militer saat itu.

Bangladesh tidak menjelaskan secara rinci isi kesepakatan dengan Myanmar. Otoritas Bangladesh hanya menyatakan bahwa bentuk verifikasi para pengungsi nantinya akan didasarkan pada 'unit keluarga'. Namun kesepakatan juga menyertakan anak-anak yatim piatu juga anak-anak yang terlahir dari situasi tak diduga, merujuk pada kasus pemerkosaan yang berujung kehamilan.

"Kita seharusnya bisa memulai prosesnya dalam beberapa hari ke depan," sebut Duta Besar Bangladesh untuk Myanmar, Mohammad Sufiur Rahman, kepada AFP.


Bangladesh juga menyebut, Myanmar nantinya akan menyediakan penampungan sementara untuk para pengungsi yang kembali dari Bangladesh, sebelum mereka benar-benar menempati rumah-rumah baru yang diperuntukkan bagi mereka.

Sementara itu, otoritas Bangladesh juga akan mendirikan lima kamp transit untuk mengantarkan para pengungsi Rohingya ke dua pusat penerimaan di wilayah Myanmar dekat perbatasan. "Myanmar telah menekankan kembali komitmennya untuk menghentikan aliran warga Myanmar ke Bangladesh," sebut otoritas Bangladesh dalam pernyataannya.

Pemerintah Myanmar tidak merilis pernyataan resmi usai pertemuan digelar di Naypyitaw. Juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, belum bersedia memberikan pernyataannya.

(nvc/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads