DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 17:41 WIB

Bintang Porno Bantah Terima Uang Tutup Mulut Soal Affair dengan Trump

Rita Uli Hutapea - detikNews
Bintang Porno Bantah Terima Uang Tutup Mulut Soal Affair dengan Trump Stephanie Clifford (Foto: The Telegraph)
Washington - Seorang aktris film porno dilaporkan menjalin hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setahun setelah menikah dengan Melania. Bintang porno tersebut bahkan diberitakan mendapat uang tutup mulut agar tidak berkoar-koar mengenai hubungannya tersebut.

Dalam surat yang dilansir media Fox News, Sabtu (13/1/2018), bintang porno tersebut, Stephanie Clifford membantah pernah menjalin affair dengan Trump.

"Baru-baru ini saya mengetahui bahwa sejumlah media menduga saya pernah punya hubungan seksual dan/atau romantis dengan Donald Trump bertahun-tahun lalu. Saya menyatakan dengan sangat jelas bahwa ini benar-benar keliru," tulis Clifford yang memiliki nama beken "Stormy Daniels."

"Keterlibatan saya dengan Donald Trump terbatas pada beberapa penampilan publik dan tidak lebih," imbuh wanita itu dalam surat tersebut.

Media The Wall Street Journal melaporkan bahwa pengacara pribadi Trump, Michael Cohen telah mengatur pembayaran US$ 130 ribu (sekitar Rp 1,7 miliar) untuk Clifford agar tutup mulut mengenai hubungannya dengan Trump. Pembayaran itu dilakukan pada Oktober 2016 -- sebulan sebelum pemilihan presiden pada 2016 lalu.

Media The Wall Street Journal melaporkan, Clifford menjalin affair dengan Trump setahun setelah menikah dengan istrinya saat ini, Melania. Hubungan tersebut terjalin setelah aktris itu bertemu dengan Trump dalam sebuah event golf selebritis pada 2016.

Namun Clifford juga membantahnya. "Rumor bahwa saya telah menerima uang tutup mulut dari Donald Trump adalah benar-benar keliru," katanya. "Jika memang saya punya hubungan dengan Donald Trump, percayalah, Anda tak akan membaca soal itu di berita-berita, Anda akan membaca soal itu di buku saya. Tapi faktanya, cerita ini tidak benar," imbuhnya dalam surat tersebut.

Gedung Putih juga telah membantah pemberitaan tersebut. "Ini laporan lama yang didaur ulang, yang dipublikasi dan telah dibantah keras sebelum pemilihan," demikian disampaikan Gedung Putih.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +