DetikNews
Jumat 12 Januari 2018, 13:15 WIB

Korut Percepat Penggalian Terowongan di Lokasi Uji Coba Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Korut Percepat Penggalian Terowongan di Lokasi Uji Coba Nuklir Kim Jong-Un saat meninjau institut senjata nuklir Korut (KCNA via REUTERS)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) dilaporkan mempercepat pembangunan terowongan bawah tanah di lokasi uji coba nuklir miliknya. Laporan ini muncul di tengah berkurangnya ketegangan di Semenanjung Korea usai dialog Korut dengan Korea Selatan (Korsel).

Dilaporkan kelompok pemantau Korut, 38North, seperti dilansir AFP, Jumat (12/1/2018), citra satelit menunjukkan peningkatan aktivitas di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri. Kereta tambang dan para personel sering terlihat berkeliaran di lokasi tersebut. Tumpukan limbah ekskavasi atau penggalian juga terdeteksi semakin bertambah.

"Aktivitas ini menekankan upaya-upaya berkelanjutan Korea Utara untuk mempertahankan potensi Punggye-ri untuk uji coba nuklir di masa mendatang," demikian analisis 38North.


Lima dari enam uji coba nuklir Korut dilakukan di bawah Gunung Mantap yang ada di Punggye-ri, Korut bagian barat laut. Semua uji coba nuklir itu terdeteksi dilakukan di Terowongan Utara.

Setelah serangkaian gempa kecil di dekat Punggye-ri, 38North melaporkan pada Oktober tahun lalu, bahwa lokasi itu tampaknya mengalami kondisi geologis yang disebut 'Tired Mountain Syndrome'. Sindrom ini merujuk pada efek ledakan nuklir di bawah tanah terhadap bebatuan sekitarnya

Foto-foto citra satelit terbaru mengindikasikan Terowongan Utara dalam kondisi 'kosong' dengan saluran pipa kering dari bagian pintu masuk. Namun demikian aktivitas penggalian terus berlanjut. "Penggalian terowongan telah ditingkatkan di Portal Barat," sebut 38North.

Di lokasi lain di Punggye-ri terdeteksi aktivitas tidak biasa yang melibatkan sekitar 100-120 personel yang berbaris membentuk formasi di area terbuka. Tujuan dari aktivitas tidak biasa itu belum diketahui pasti.


Citra satelit yang dianalisis 38North diambil pada Desember 2017, sesaat sebelum pemimpin Korut Kim Jong-Un menyampaikan pidato Tahun Baru pada 1 Januari lalu. Dalam pidato itu, Kim Jong-Un memperingatkan AS juga menawarkan dialog dengan Korea Selatan (Korsel).

Tawaran itu disambut baik Korsel. Kedua negara akhirnya menggelar dialog resmi pertama dalam dua tahun terakhir pada 9 Januari lalu di desa perbatasan Panmunjom. AS menyambut baik dialog itu dan mengharapkannya bisa membuka peluang denuklirisasi. Namun Korut enggan membahas soal nuklir dalam dialog dengan Korsel dan menegaskan nuklir Korut tidak akan dirundingkan.

"Target dari seluruh bom hidrogen dan nuklir dan ICBM (rudal balistik antarbenua) dan persenjataan canggih kami lainnya adalah AS," tegas ketua delegasi Korut, Ri Son-Gwon.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed