DetikNews
Kamis 11 Januari 2018, 19:25 WIB

Netanyahu Klaim Israel Bantu Eropa untuk Cegah Serangan Teror

Novi Christiastuti - detikNews
Netanyahu Klaim Israel Bantu Eropa untuk Cegah Serangan Teror Benjamin Netanyahu (REUTERS/Ronen Zvulun)
Tel Aviv - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengklaim negaranya banyak membantu mencegah teror di Eropa. Netanyahu menyebut intelijen Israel telah menghentikan para teroris yang hendak menggunakan pesawat-pesawat sipil di Eropa untuk melakukan teror.

Seperti dilansir media Inggris, The Telegraph, Kamis (11/1/2018), hal ini disampaikan Netanyahu saat berbicara di hadapan para Duta Besar negara-negara anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization), pekan ini.

Netanyahu menyebut Israel telah membantu menyelamatkan banyak nyawa warga Eropa dengan menyalurkan berbagai peringatan soal rencana teror. Dia tidak merinci lebih lanjut serangan-serangan teror yang dicegah Israel, namun menyebut serangan itu 'melibatkan penerbangan sipil'.

"Kami telah, melalui dinas intelijen kami, memberikan informasi yang menghentikan sejumlah serangan teror besar, kebanyakan mereka di negara-negara Eropa. Beberapa dari serangan ini bisa menjadi serangan besar-besaran, yang terburuk yang pernah terjadi di tanah Eropa dan bahkan lebih buruk, karena melibatkan penerbangan sipil," tutur Netanyahu.


Israel dikenal memiliki aparat intelijen yang mumpuni. Netanyahu kerap mengulas kemampuan intelijen Israel saat dirinya berusaha meningkatkan posisi diplomatik AS di mata dunia. Netanyahu juga kerap membahas bagaimana negara-negara yang sebelumnya memusuhi Israel, kini meminta bantuan dalam sektor intelijen dan teknologi.

Hasil penyelidikan intelijen Israel dan negara-negara Barat menyebut sejumlah kelompok militan berupaya menyelundupkan bom ke pesawat sipil. Kelompok yang mampu merakit bom paling berbahaya adalah Al-Qaeda di Semenanjung Arab atau AQAP, yang merupakan afiliasi Al-Qaeda di Yaman.

AQAP diyakini berada di balik rencana gagal penyelundupan bom ke dalam cartridge printer yang dibawa sebuah pesawat kargo tahun 2010. Satu bom ditemukan di Bandara East Midlands di Leicestershire dan satu lagi ditemukan di Dubai, Uni Emirat Arab. Rencana teror itu terbongkar usai intelijen Arab Saudi memberitahu Amerika Serikat (AS).

AQAP juga berada di balik rencana teror 'bom celana dalam' yang gagal, ketika pria muda asal Nigeria nyaris meledakkan diri di dalam pesawat tujuan Detroit AS tahun 2009 lalu.


Lebih lanjut, Netanyahu menyebut Israel telah membantu Eropa dalam mencegah kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam mendirikan 'pangkalan wilayah alternatif' di gurun Sinai, Mesir. ISIS berniat membangun pangkalan di Sinai setelah terdesak di Irak dan Suriah.

ISIS memiliki afiliasi kuat di Sinai yang telah mendalangi rentetan serangan mematikan terhadap warga sipil maupun pasukan keamanan Mesir. Israel sendiri telah melancarkan serangan udara terhadap posisi ISIS di Sinai dan berbagi informasi intelijen dengan Mesir.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed