Seperti dilansir AFP, Kamis (4/1/2018), penggalan buku berjudul 'Fire and Fury: Inside the Trump White House' yang ditulis oleh Michael Wolff dan akan segera dirilis, mengulas komentar Bannon soal pertemuan putra sulung Trump, Donald Trump Jr dengan pengacara terkait Kremlin sebagai tindakan 'makar' dan 'tidak patriotik'.
"Steve Bannon telah ada kaitannya dengan saya atau kepresidenan saya. Ketika dia dipecah, dia tidak hanya kehilangan pekerjaannya, dia kehilangan akal sehatnya," sebut Trump mengomentari hal itu via pernyataan tertulis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media Inggris, The Guardian, dan sebuah majalah New York telah mendapat salinan buku ini terlebih dulu. Beberapa poin di dalamnya telah dibeberkan ke publik dalam berbagai artikel.
Salah satunya soal keterangan Bannon mengomentari pertemuan putra sulung Trump, Donald Trump Jr, kemudian menantu Trump, Jared Kushner, dan mantan ketua kampanye Trump, Paul Manafort, dengan pengacara Rusia bernama Natalia Veselnitskaya pada Juni 2016 lalu. Pertemuan itu membahas material yang diklaim bisa menjatuhkan Hillary Clinton, rival Trump dalam pilpres AS.
"Tiga sosok senior dalam tim kampanye berpikir ini ide bagus untuk bertemu dengan pemerintah asing di dalam ruang konferensi Trump Tower lantai 25 -- tanpa pengacara. Mereka tidak didampingi satu pengacara pun. Jika Anda berpikir itu bukan tindakan makar, atau tidak patriotik, atau hal buruk, dan saya menilai tindakan itu mencakup semuanya. Mereka seharusnya segera menghubungi FBI," ucap Bannon seperti dikutip buku itu.
Bannon yang mantan bankir investasi dan mantan direktur eksekutif media ultrakonservatif Breitbart News ini, berhasil menggalang dukungan dari kalangan sayap kanan jauh untuk Trump dan membantu menciptakan lingkungan media pro-Trump semasa kampanye pilpres dua tahun lalu. Setelah Trump menang pilpres AS, Bannon ditunjuk menjadi Ketua Penasihat Strategis Gedung Putih, namun kemudian dipecat pada Agustus tahun lalu.
"Sekarang dia berdiri sendiri, Steve belajar bahwa menang tidaklah semudah seperti yang saya tunjukkan. Steve memiliki sedikit kontribusi dalam kemenangan bersejarah kami, yang diwujudkan oleh para pria dan wanita yang terlupakan di negara ini," ucap Trump dalam pernyataannya.
"Steve berpura-pura bertikai dengan media, yang disebutnya kelompok oposisi, namun dia menghabiskan waktunya di Gedung Putih dengan membocorkan informasi palsu kepada media untuk membuat dirinya terlihat lebih penting dari yang sebenarnya," imbuhnya.
"Steve jarang melakukan rapat one-on-one dengan saya dan hanya berpura-pura memiliki pengaruh untuk membodohi sejumlah orang tanpa akses dan tanpa petunjuk, yang dibantunya menulis buku-buku palsu ini," ungkap Trump.
(nvc/nkn)