DetikNews
Sabtu 16 Desember 2017, 12:36 WIB

Kehilangan Kaki Tahun 2008, Pria Palestina Tewas Saat Bentrok di Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Kehilangan Kaki Tahun 2008, Pria Palestina Tewas Saat Bentrok di Gaza Ibrahim Abu Thurayeh saat berunjuk rasa di perbatasan Gaza, sebelum dia tewas ditembak tentara Israel (REUTERS/Mohammed Salem)
Gaza City - Ibrahim Abu Thurayeh kehilangan kedua kakinya dalam serangan Israel tahun 2008 lalu. Meskipun harus duduk di kursi roda, Thurayeh tidak pernah mangkir dalam unjuk rasa di Gaza.

Pekan ini, Thurayeh tak ketinggalan ikut dalam aksi unjuk rasa memprotes keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Nahas, pria berusia 29 tahun ini tewas dalam bentrokan terbaru di perbatasan Gaza-Israel Jumat (15/12) waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (16/12/2017), Thurayeh merupakan salah satu dari empat warga Palestina yang tewas dalam rentetan bentrokan di Gaza dan Tepi Barat. Thurayeh dilaporkan ditembak mati oleh tentara Israel dalam bentrokan itu.


Thurayeh yang masih bujangan ini tinggal di rumah orang tuanya dan tidak bekerja sejak dia kehilangan kedua kakinya dalam insiden tahun 2008 lalu. Insiden yang dimaksud adalah serangan Israel terhadap kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza bagian tengah pada April 2008.

"Dia mengalami luka-luka pada tahun 2008, saat helikopter Israel menargetkannya setelah dia menurunkan bendera Israel dan mengibarkan bendera Palestina di perbatasan," tutur Samir, saudara laki-laki Thurayeh kepada AFP, usai kematiannya dikonfirmasi pada Jumat (15/12) waktu setempat.

"Itu tidak menghentikannya dari berunjuk rasa untuk Yerusalem. Dia pergi sendirian ke perbatasan setiap harinya," imbuhnya. Foto-foto yang dijepret jurnalis AFP menunjukkan momen-momen saat Thurayeh ikut unjuk rasa di perbatasan Gaza-Israel dalam beberapa tahun terakhir.


Dalam video yang direkam pada Jumat (15/12) pagi waktu setempat Thurayeh terlihat membawa bendera Palestina dan melambaikannya ke arah tentara Israel di perbatasan. "Saya ingin pergi ke sana," ucap Thurayeh merujuk ke perbatasan Gaza-Israel. Sejumlah pemuda yang melambaikan bendera Palestina terlihat mengelilingi Thurayeh dan beberapa pemuda lainnya melemparkan batu ke arah tentara Israel.

Beberapa jam sebelum kematiannya, Thurayeh dilaporkan memanjat tiang listrik untuk mengibarkan bendera Palestina. Para saksi mata dan jurnalis yang melihatnya menyebut Thurayeh nekat memanjat meskipun dia tidak lagi memiliki kaki. Hal yang terjadi setelah itu tidak terlalu jelas. Demonstran Palestina yang berkumpul di sepanjang perbatasan terus melemparkan batu ke arah tentara Israel hingga berujung bentrokan.

Kemudian laporan menyebut dua demonstran tewas, yang salah satunya diidentifikasi sebagai Thurayeh. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengklaim Thurayeh ditembak di bagian kepala oleh seorang penembak jitu Israel.


Militer Israel menolak berkomentar secara khusus soal kematian Thurayeh ini. Mereka hanya menyebut terjadi bentrokan keras sepanjang hari. "Tentara melepas tembakan secara selektif ke arah penghasut utama," sebut juru bicara militer Israel.


(nvc/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed