DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 16:48 WIB

Media Asing Soroti Sidang Perdana Setya Novanto dan Keluhan Diare

Rita Uli Hutapea - detikNews
Media Asing Soroti Sidang Perdana Setya Novanto dan Keluhan Diare Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Media-media asing ikut memberitakan sidang perdana terdakwa kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP, Setya Novanto hari ini. Mereka menyoroti jalannya persidangan yang diskorsing beberapa kali karena Novanto mengaku mengalami diare.

Media ternama AFP mengangkat berita ini dengan judul "Indonesian Speaker Setya Novanto's corruption trial delayed by his 'diarrhoea'". Kantor berita yang berbasis di Prancis itu, menyebut sidang kasus Novanto yang merupakan sidang korupsi terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun, tertunda setelah Novanto mengklaim mengalami diare.

"Klaim itu adalah yang terbaru dalam serangkaian manuver -- termasuk dugaan memalsukan cedera dalam sebuah kecelakaan mobil -- yang menurut para pengkritik, dilakukan oleh pria berumur 62 tahun itu untuk menghindari dakwaan-dakwaan serius," demikian ditulis AFP yang juga dilansir media Singapura, The Straits Times, Rabu (13/12/2017).

Media asing lainnya, seperti The Washington Post dan ABC News melansir pemberitaan The Associated Press, yang juga menyoroti keluhan Novanto soal penyakit diare yang dideritanya.

"Seorang politisi terkemuka Indonesia yang dituduh terlibat dalam salah satu skandal korupsi terbesar di negara itu, mengatakan di depan sidang di hari pertama persidangannya, bahwa dia menderita keluhan perut, yang menyebabkan penundaan sementara kondisi medisnya diperiksa," demikian artikel yang dimuat di The Washington Post dan ABC News, Rabu (13/12/2017).

Di akhir artikelnya yang berjudul "Indonesia politician's graft trial delayed by stomach woes" tersebut, media asing itu mengungkit soal kemunculan Novanto di konferensi pers Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tahun 2015 lalu.

"Novanto, seorang pengagum Presiden Donald Trump, muncul secara tak terduga di konferensi pers Trump di Trump Tower di New York pada September 2015 bersama seorang anggota parlemen Indonesia lainnya, Fadli Zon. Novanto diperkenalkan oleh Trump sebagai salah satu orang paling kuat di Indonesia yang akan melakukan hal-hal hebat untuk AS," demikian ditulis media tersebut.

Sidang Novanto sempat diskors 4 jam sejak diskors pukul 10.40 WIB hingga dibuka lagi pukul 14.41 WIB. Sebelumnya, sidang sempat diskors karena Novanto minta izin ke toilet dan kembali dimulai. Namun, belum 5 menit dimulai, sidang kembali diskors oleh hakim untuk pemeriksaan kesehatan Novanto. Saat persidangan dimulai kembali, Novanto juga terus menunduk dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan hakim, hingga akhirnya dia bersuara dan mengaku kurang sehat. Hakim pun memutuskan bahwa sidang kembali diskors.



(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed