Jessica Leeds Mengklaim Dicium dan Diraba Trump di Dalam Pesawat

Jessica Leeds Mengklaim Dicium dan Diraba Trump di Dalam Pesawat

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 13 Des 2017 11:41 WIB
Jessica Leeds Mengklaim Dicium dan Diraba Trump di Dalam Pesawat
Jessica Leeds (REUTERS/Andrew Kelly)
New York - Jessica Leeds yang kini berusia 74 tahun mengungkapkan bagaimana Donald Trump yang kini menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) pernah mencium dan merabanya secara tidak pantas di dalam kabin kelas satu pesawat komersial.

Bersama dengan dua wanita lainnya, Rachel Crooks (34) dan Samantha Holvey (31), Leeds muncul ke publik dalam konferensi pers di New York pada Senin (11/12) waktu setempat. Konferensi pers digelar oleh Brave New Films, rumah produksi non-profit yang memproduksi film dokumenter pendek '16 Women and Donald Trump'.

Leeds pertama kali membeberkan kisahnya pada media ternama AS, New York Times (NYT) pada Oktober 2016 lalu, sebelum pilpres AS digelar dan dimenangkan Trump. Pekan ini, dia kembali menceritakan kisahnya kepada sejumlah media AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Seperti dilansir NYT dan Business Insider, Rabu (13/12/2017), Leed menyebut insiden pelecehan seksual yang dialaminya terjadi sekitar tahun 1980-an. Saat itu, Leeds yang masih aktif menjadi pengusaha wanita, duduk bersebelahan dengan Trump dalam kabin kelas satu penerbangan ke New York.

Dituturkan Leeds, saat itu salah satu pramugari tiba-tiba mengundangnya duduk di salah satu kursi kosong di kabin kelas satu dan dia bersedia. Leeds kemudian menyadari dirinya duduk di sebelah Trump, yang belum pernah ditemuinya sebelumnya.

Sekitar 45 menit setelah pesawat lepas landas, sebut Leeds, Trump mengangkat sandaran tangan dan mulai meraba payudaranya. Bahkan menurut Leeds, Trump juga berusaha meletakkan tangan di atas roknya. "Tiba-tiba, dia (Trump-red) menyentuh saya di mana-mana, mencium dan meraba. Tidak ada yang dikatakan ... Hanya meraba dalam diam yang terus berlangsung," tuturnya.

"Dia (Trump-red) seperti gurita. Tangannya ada di mana-mana. Itu jelas sebuah serangan," terang Leeds soal pengalaman buruk yang dialami saat dirinya berusia 38 tahun. Setelah Trump berusaha menyentuhnya, Leeds langsung berlari kembali ke kursi pesawat yang seharusnya dia duduki.


Sekitar 3 tahun usai insiden itu, Leeds tak sengaja bertemu Trump dalam sebuah acara makan malam di New York. Menurut Leeds, Trump mengingat dirinya dan menyebutnya dengan sebutan vulgar untuk orang bodoh dan tidak menyenangkan.

"Dia (Trump-red) menyebut saya dengan sebutan paling buruk. Itu mengejutkan. Rasanya seperti seember air dingin diguyurkan ke saya," ucapnya.

Trump sebelumnya pernah membantah tudingan Leeds. "Orang-orang berkata, 'Oh, saya pernah dengan Donald Trump tahun 1980, saya duduk di sebelahnya di pesawat dan dia mengejar saya'. Percaya saya, dia tidak akan menjadi pilihan pertama saya," ucap Trump merujuk pada Leeds. Hal ini disampaikan Trump dalam salah satu kampanyenya pada Oktober 2016 lalu.

Leeds menambahkan, dirinya telah memutuskan untuk mengungkapkan pelecehan seksual yang dialaminya sejak mengetahui Trump mencalonkan diri menjadi Presiden AS beberapa tahun lalu. "Saya sungguh ingin orang-orang tahu siapa dia sebenarnya," tegasnya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads