DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 00:25 WIB

Pria Israel Dipenjara Karena Bakar Gereja 'Mukjizat' Yesus

Danu Damarjati - detikNews
Pria Israel Dipenjara Karena Bakar Gereja Mukjizat Yesus Ilustrasi Danau Galilea di Israel (Ronen Zvulun/Reuters)
Yerusalem - Pria Israel bernama Yinon Reuveni dikenai vonis hukuman penjara 4 tahun karena membakar gereja. Padahal gereja itu dipercaya umat Nasrani sebagai tempat Yesus menunjukkan mukjizat tentang roti dan ikan.

Dilansir AFP, Rabu (13/12/2017), vonis itu dijatuhkan dalam persidangan di pengadilan Distrik Kota Galilea, Nazareth, pada Selasa (12/12) waktu setempat.

Yinon terbukti bersalah telah membakar gereja dan terlibat dalam dua konspirasi kriminal pada serangan Juni 2015. Selain dihukum penjara 4 tahun, dia harus membayar denda 50 ribu shekel (USD 14 ribu).

Berdasarkan media Israel, Reuveni adalah pria usia 23 tahun dari Baladim, kawasan pos terdepan di wilayah pendudukan Tepi Barat. Dia dideskripsikan sebagai ekstremis Yahudi. Pengacaranya, Itamar Ben-Gvir, menyatakan akan mengajukan banding.

Dua ruangan di Gereja Penggandaan Roti dan Ikan di Tabgha di tepi barat laut Galilea rusak parah gara-gara ulah Reuveni. Namun gereja itu tidak rusak.

Grafiti Ibrani ditemukan di tempat kejadian perkara, bunyinya 'berhala-berhala akan terusir' atau dihancurkan. Teks itu adalah bagian dari doa umum umat Yahudi.

Gereja Katolik Roma itu masih ditutup sampai Februari guna aktivitas perbaikan. Biaya perbaikannya sebesar USD 1 juta, pemerintah Israel menyumbang USD 400 ribu.

Tabgha juga menjadi target serangan pada April 2014. Saat itu, pegawai gereja mengatakan ada segerombolan remaja Yahudi merusak salib-salib dan menyerang pendeta.

Ekstremis Yahudi telah melakukan vandalisme dan penyerangan selama bertahun-tahun. Mereka menarget orang Palestina dan Arab Israel, juga situs Kristen dan Islam.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed