DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 03:40 WIB

Keputusan Trump Soal Yerusalem juga Ditentang Maroko dan Yordania

Rina Atriana - detikNews
Keputusan Trump Soal Yerusalem juga Ditentang Maroko dan Yordania Foto: Presiden AS Donald Trump resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Amman - Penolakan lain terkait keputusan Presiden AS Donald Trump datang dari negara Yordania. Yordania menganggap Trump telah membuat keputusan sepihak terkait Yerusalem yang diakui sebagai Ibu Kota Israel.

Dilansir dari Reuters, Kamis (7/12/2017), Juru Bicara Pemerintah Yordania Mohammad al-Momani mengatakan kepada kantor berita Petra bahwa AS telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang tidak mengakui pendudukan Israel terhadap Tepi Barat dan sektor timur kota.

"Semua keputusan sepihak (AS) yang berusaha menciptakan fakta baru di lapangan dan membuat keputusan DK PBB tidak berlaku lagi," ujar al-Momani.




Negara lain, Maroko, juga menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas keputusan Trump. Menteri Luar Negeri Maroko menegaskan kembali dukungan Kerajaan Maroko terhadap rakyat Palestina.

"Kami menegaskan kembali dukungan yang tetap dan solidaritas penuh Kerajaan Maroko terhadap rakyat Palestina sehingga mereka dapat memulihkan hak-hak mereka yang sah," kata Menlu Maroko dalam sebuah sebuah pernyataan yang disampaikan kepada kantor berita nasional MAP.


Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara tegas menolak keputusan Presiden AS Donald Trump tersebut. Menurut Abbas, Yerusalem merupakan Ibu Kota abadi Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan Abbas saat memberikan pidato melalui TV Palestina seperti dilansir dari Reuters, Kamis (7/12). Dalam pidato tersebut, Abbas juga menyebut AS telah mencabut peran mereka sebagai mediator perdamaian.

"Itu sama seperti Amerika Serikat yang mencabut perannya sebagai mediator perdamaian," jelas Abbas.
(rna/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed