DetikNews
Senin 20 November 2017, 19:59 WIB

Polisi Selidiki Foto Presiden Israel Pakai Syal Khas Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Polisi Selidiki Foto Presiden Israel Pakai Syal Khas Palestina Presiden Israel Reuven Rivlin (REUTERS/Michaela Rehle)
Tel Aviv - Kepolisian Israel tengah menyelidiki foto Presiden Reuven Rivlin yang diedit memakai keffiyeh atau syal khas Palestina. Foto itu beredar setelah muncul kemarahan publik akibat penolakan Presiden Rivlin untuk memberi amnesti pada tentara Israel yang menembak mati warga Palestina.

Pada Minggu (19/11), Presiden Rivlin menolak untuk mengampuni Elor Azaria, tentara Israel yang divonis 1,5 tahun penjara karena menembak mati seorang penyerang Palestina pada Maret 2016. Azaria tetap menembak penyerang Palestina itu meskipun dia terluka parah dan hanya bisa tergeletak.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/11/2017), kepolisian Israel menyatakan pihaknya telah memulai penyelidikan terhadap foto Presiden Rivlin memakai keffiyeh yang beredar luas di media sosial itu. Keffiyeh itu dipakai di bagian kepala, seperti mendiang pemimpin Palestina, Yasser Arafat.

Foto yang diedit secara buruk itu menampilkan Presiden Rivlin sedang tersenyum dengan latar belakang rak buku. Simbol Palestina juga ditambahkan pada foto itu. Kemudian ada juga kalimat dalam bahasa Ibrani berbunyi: "Reuven Rivlin seorang bocah Yahudi pengkhianat, semoga nama dan kenangannya dikutuk."

Foto Presiden Reuven Rivlin yang dieditFoto Presiden Reuven Rivlin yang diedit Foto: freemalaysiatoday.com

Tidak diketahui pasti siapa penyebar foto editan itu. Kepolisian Israel juga tidak menyebutkan pihak-pihak yang sedang mereka selidiki maupun delik dugaan tindak pidana yang tengah diselidiki.

Kalangan politikus sayap kanan mengkritik keputusan Presiden Rivlin yang menolak memberi amnesti. Menteri Kebudayaan Israel, Miri Regev, bahkan menyebut Presiden Rivlin telah 'meninggalkan Elor Azaria dan membahayakan institusi pengampunan hukuman'.

Halaman Facebook milik Presiden Rivlin dipenuhi pesan dukungan tapi juga dihujani kritikan. Beberapa kritikan menyebut Presiden Rivlin 'bukan lagi presiden' dan yang lain menudingnya 'menjilat demi menyenangkan teman-teman Arab dan sayap kiri'.

Oren Hazan, anggota parlemen Partai Likud yang juga menaungi Presiden Rivlin, menyerukannya untuk mundur dari jabatannya.


(nvc/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed