DetikNews
Senin 20 November 2017, 10:12 WIB

Tsunami 1 Meter di New Caledonia dan Vanuatu Usai Gempa 7 SR

Novi Christiastuti - detikNews
Tsunami 1 Meter di New Caledonia dan Vanuatu Usai Gempa 7 SR Ilustrasi (detikcom/Zainal Abidin)
Noumea - Gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang Pulau Loyalty yang ada di New Caledonia, Pasifik bagian selatan. Gempa yang berpusat di bawah laut ini memicu tsunami setinggi satu meter yang melanda wilayah tersebut, juga wilayah tetangga, Vanuatu.

Seperti dilansir Reuters dan The Guardian, Senin (20/11/2017), gempa yang melanda Senin (20/11) pukul 09.43 waktu setempat ini berpusat di kedalaman 10 kilometer di dalam laut. Pusat gempa tercatat berada di lokasi berjarak 82 kilometer sebelah timur New Caledonia.

Kekuatan gempa awalnya dilaporkan mencapai 7,3 SR sebelum direvisi menjadi 7 SR. Gempa ini merupakan gempa besar kedua yang melanda area yang sama dalam 12 jam terakhir. Sebelumnya gempa berkekuatan 6,6 SR melanda New Caledonia pada Minggu (19/11) waktu setempat.

"Kami sedikit takut, baru saja gempa bumi melanda semalam dan hari ini kembali terjadi gempa dengan kekuatan besar," ucap Wayan Rigault selaku manajer komunikasi pada Hotel Nengone Village di Pulau Mare, yang paling dekat dengan pusat gempa.

Rigault menyebut tidak ada kerusakan signifikan akibat gempa itu, namun para tamu hotel waspada dengan perintah evakuasi.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) di Hawaii sempat merilis peringatan tsunami untuk garis pantai sejauh 300 kilometer dari pusat gempa. PTWC menyebut tsunami berbahaya setinggi 0,3 meter hingga 1 meter berpotensi menerjang wilayah pantai New Caledonia dan Vanuatu.

Badan Manajemen Bencana Nasional Vanuatu menyarankan warga setempat, terutama di area pantai bagian selatan, untuk dievakuasi ke area yang yang lebih tinggi.

Beberapa saat kemudian, tsunami kecil terdeteksi melanda kawasan tersebut. Gelombang laut dilaporkan naik hingga 1 meter di atas level wajar di sebagian perairan New Caledonia dan Vanuatu. Namun PTWC menyatakan bahaya telah dilewati.

"Fluktuasi kecil ketinggian air laut...mungkin berlanjut selama beberapa jam ke depan," demikian pernyataan PTWC untuk warga.

Otoritas di Australia, Selandia Baru dan Hawaii menyatakan tidak ada ancaman tsunami bagi wilayah mereka.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed