DetikNews
Jumat 10 November 2017, 14:06 WIB

Berbicara di Vietnam, Duterte Akui Pernah Tikam Orang Hingga Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Berbicara di Vietnam, Duterte Akui Pernah Tikam Orang Hingga Tewas Rodrigo Duterte (REUTERS/Ezra Acayan/File Photo)
Da Nang - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali memberikan pengakuan mengejutkan saat berbicara di depan komunitas warga Filipina di kota Da Nang, Vietnam. Duterte mengaku dirinya pernah menikam orang hingga tewas saat masih remaja.

Seperti dilansir AFP, Jumat (10/11/2017), saat berbicara di depan komunitas warga Filipina di Vietnam, di sela-sela menghadiri forum APEC, Duterte juga mengancam akan menampar seorang wanita utusan PBB jika dia bertemu dengannya. Duterte juga menggunakan kata-kata vulgar untuk mengomentari para pengkritiknya.

"Ketika saya masih remaja, saya keluar-masuk penjara. Saya ikut perkelahian di sini, ikut perkelahian di sana," ucap Duterte dalam forum itu.

"Pada usia 16 tahun, saya sudah membunuh orang. Orang sungguhan, dalam sebuah perkelahian, terjadi penusukan. Saya baru berusia 16 tahun. Itu hanya menengok ke belakang. Seberapa banyak lagi jika sekarang saya menjadi seorang presiden?" imbuhnya.


Duterte memenangkan pilpres Filipina tahun lalu, setelah menjanjikan akan memberantas narkoba dalam operasi besar-besaran yang akan menewaskan hingga 100 ribu orang. Sejak Duterte menjabat 16 bulan lalu, kepolisian dalam operasinya telah menewaskan 3.967 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.290 orang tewas dalam serangkaian tindak pidana terkait narkoba, sedangkan sisanya tidak dijelaskan pemicu kematiannya.

Duterte yang kini berusia 72 tahun ini masih populer di kalangan rakyat Filipina, yang kebanyakan meyakini dia membuat lingkungan lebih aman.

Namun kritikan juga menghujani Duterte, tidak hanya dari luar negeri tapi juga dari dalam negeri. Para pengkritik kebanyakan mengecam Duterte karena mendalangi praktik pembunuhan massal di luar hukum, yang dilakukan oleh para polisi korup dan pembunuh bayaran. Duterte telah menyangkal tudingan semacam itu.

Presiden yang kontroversial ini kerap menjadi pemberitaan utama karena kata-katanya yang vulgar dan kasar. Tahun lalu, Duterte menyatakan dirinya akan 'senang untuk membantai' 3 juta pecandu narkoba. Duterte juga pernah menyebut mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sebagai 'anak pelacur' setelah Obama mengkritiknya soal HAM.


Sebelumnya pada Desember 2016, Duterte juga mengaku dirinya pernah menembak mati seorang tersangka pidana saat dirinya masih menjabat Wali Kota Davao. Dalam pernyataan terpisah menanggapi pertanyaan itu, juru bicara kepresidenan menyebut pembunuhan yang disebutkan Duterte dilakukan dalam 'aksi polisi yang sah' secara hukum.

Berulang kali, sejumlah ajudan Duterte menuturkan kepada wartawan untuk tidak mudah mempercayai semua hal yang dilontarkan Duterte. Mereka memperingatkan wartawan bahwa Duterte gemar melontarkan lelucon atau menyampaikan sesuatu secara 'hiperbola'.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed