Seperti dilansir Reuters, Jumat (3/11/2017), Ostrem dibawa ke tahanan sehari setelah insiden penembakan terjadi, menyusul adanya petunjuk yang diberikan oleh masyarakat.
Polisi saat ini masih belum menemukan motif Ostrem melakukan penembakan secara acak. Ostrem juga diketahui memiliki sejarah kriminal yang minim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, polisi juga telah merilis foto pria paruh baya berkulit putih yang mengenakan jaket hitam dan celana jins biru. Ostrem "dengan acuh tak acuh" memasuki toko di Thornton, sekitar 10 mil timur laut pusat kota Denver, dan melepaskan tembakan ke arah pembeli dan karyawan.
Menurut polisi, dua pria tewas dalam penembakan tersebut dan seorang wanita yang ditembak dibawa ke sebuah rumah sakit di mana dia meninggal dunia. Tidak ada orang lain yang terluka.
"Apa yang telah kita tetapkan bahwa hal itu acak," kata juru bicara polisi Victor Avila kepada wartawan.
Setelah itu, Walmart langsung dikelilingi oleh polisi dan petugas pemadam kebakaran. Pihak berwenang awalnya mengatakan "banyak pihak" telah terluka. Avila mengatakan tidak ada indikasi penembakan tersebut merupakan bagian dari terorisme.
(knv/jor)











































