DetikNews
Kamis 02 November 2017, 14:38 WIB

AS Sebut Korut Sedang Kembangkan Rudal Antarbenua Versi Canggih

Novi Christiastuti - detikNews
AS Sebut Korut Sedang Kembangkan Rudal Antarbenua Versi Canggih Kim Jong-Un saat memantau peluncuran rudal Korut beberapa waktu lalu (KCNA via REUTERS)
Washington DC - Korea Utara (Korut) dilaporkan sedang merakit versi canggih rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis KN-20 yang sudah ada. Versi canggih rudal antarbenua ini berpotensi menjangkau wilayah Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir CNN, Kamis (2/11/2017), informasi itu disampaikan seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya kepada CNN pekan ini. Menurut pejabat ini, kurang dari enam bulan setelah meluncurkan rudal ICBM buatannya, Korut ini berupaya meningkatkan kemampuan rudalnya.

Disebutkan sejumlah pejabat AS lainnya yang memahami program senjata Korut, ICBM versi canggih ini menjadi salah satu bagian dari upaya rezim Kim Jong-Un untuk meningkatkan kemampuan senjata nuklir serta rudal miliknya dalam waktu sesingkat mungkin. Seluruh perkembangan yang dicapai Korut ini memaksa AS mempertimbangkan kembali langkah-langkah dalam menghadapi ancaman rudal Korut.


Menurut para sumber pejabat AS itu, perkembangan baru juga tengah dilakukan terhadap bahan bakar nuklir Korut, kemudian peluncur rudal, sistem pemandu dan penentu sasaran. Seluruh perkembangan ini dilakukan menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kawasan Asia.

AS masih meyakini bahwa Korut akan mampu memasukkan muatan nuklir ke dalam rudal ICBM miliknya pada tahun 2018 mendatang. Dengan tahun baru 2018 hanya tinggal beberapa minggu lagi, otoritas AS terus menganalisis opsi-opsi militer untuk menghadapi ancaman Korut.

Pada akhir tahun 2017, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS diharapkan menyelesaikan dua pengkajian, yakni Nuclear Posture Review dan Ballistic Missile Defense Review, yang akan menetapkan pengucuran dana miliaran dolar AS untuk mengembangkan persenjataan modern demi menangkal ancaman Korut.


Perkembangan yang dicapai Korut mengindikasikan ancaman rezim komunis ini semakin mendesak. Mulai dari bahan bakar roket yang solid yang berarti roket memiliki stabilitas lebih baik hingga bisa membakar lebih panas dan membantu rudal mencapai jarak yang lebih jauh, hingga mesin roket dan komponen mesin yang lebih canggih dan sistem sasaran yang meningkat.

Korut juga diyakini telah mencapai kemajuan penting dalam pengembangan hulu ledak, yang mampu masuk kembali ke atmosfer bumi usai diluncurkan dan mampu mencapai target dengan jangkauan antarbenua. Setidaknya dua uji coba rudal balistik terakhir Korut menunjukkan 'hulu ledak tiruan' sukses masuk kembali ke atmosfer, tanpa meledak dan hancur.

Hal ini berarti, hulu ledak tiruan milik Korut sukses memisahkan diri dari roket pendorong dan mampu bertahan menghadapi panas tinggi serta tekanan besar saat memasuki kembali atmosfer bumi, usai diluncurkan ke luar angkasa. Intelijen AS juga menduga Korut memiliki sebuah hulu ledak sungguhan yang bisa berfungsi baik dan belum pernah diuji coba. Jika hulu ledak sungguhan itu diuji, maka akan memicu ancaman besar.


Perkembangan yang dicapai Korut ini disebut menjadi alasan utama mengapa begitu banyak pejabat senior pemerintahan Trump mulai berbicara ke publik soal ancaman korut yang disebut semakin mengkhawatirkan. Meskipun di sisi lain, otoritas AS mengupayakan solusi diplomatik dengan Korut.

"Dalam istilah keadaan yang mendesak, hari ini, Korea Utara tentu memberikan ancaman terbesar," sebut Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Joseph Dunford, di hadapan Kongres AS.

"Korea Utara telah meningkatkan ancaman yang diberikannya terhadap tetangga-tetangganya dan dunia, melalui program senjata nuklir dan rudal yang ilegal dan tidak perlu," ujar Menteri Pertahanan AS James Mattis, sembari menekankan AS 'tidak akan menerima Korut sebagai negara nuklir'.


Dituturkan sejumlah sumber pejabat AS ini, bahwa dilema yang dihadapi intelijen AS adalah mengetahui kapan rudal Korut ditempatkan pada peluncur dan apakah rudal itu dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dan kapan akan diluncurkan.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed