Raja Vajiralongkorn Akan Sulut Api untuk Membakar Jenazah Ayahnya

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 26 Okt 2017 20:08 WIB
Megahnya Krematorium Kerajaan saat dilihat dari udara (Dailynews via REUTERS)
Bangkok - Prosesi kremasi jenazah Raja Thailand Bhumibol Adulyadej masih berlangsung setelah dimulai sejak pagi. Nantinya, Raja Maha Varjiralongkorn, putra almarhum yang akan menyulutkan api ke struktur Krematorium Kerajaan yang berisi jenazah ayahnya.

Raja Bhumibol yang berkuasa di Thailand selama 70 tahun terakhir, wafat pada 13 Oktober 2016 dalam usia 88 tahun. Jenazahnya disemayamkan di Istana Bangkok selama setahun terakhir, seiring masa berkabung nasional diberlakukan di Thailand.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (26/10/2017), saat ini, jenazah Raja Bhumibol telah disemayamkan di dalam Krematorium Kerajaan yang dibangun di area Sanam Luang, pusat kota Bangkok. Jenazah Raja Bhumibol telah dipindahkan dari Istana Bangkok menuju Krematorium Kerajaan pada Rabu (25/10) malam kemarin.

Krematorium Kerajaan yang didominasi warna emasKrematorium Kerajaan yang didominasi warna emas Foto: Dailynews via REUTERS

Krematorium Kerajaan yang menyerupai paviliun sembilan pagoda bernuansa emas ini dibangun setahun terakhir, khusus untuk prosesi kremasi. Angka sembilan merujuk pada gelar Raja Bhumibol sebagai Rama IX dari dinasti Chakri. Raja Bhumibol lahir pada hari Senin, hari yang oleh rakyat Thailand dikaitkan dengan warna kuning atau emas, yang kini mendominasi Krematorium Kerajaan.

Jenazah Raja Bhumibol disemayamkan di dalam pagoda terbesar dan paling tinggi, yang ada di tengah-tengah struktur. Disebutkan bahwa Krematorium Kerajaan ini memiliki tinggi hingga 50 meter dan berbentuk menyerupai Gunung Meru, yang sakral dalam ajaran Hindu. Meskipun Thailand didominasi penganut Buddha, namun kebanyakan elemen dalam prosesi kremasi ini berasal dari tradisi Hindu.

Prosesi saat Royal Urn dibawa masuk ke Krematorium KerajaanProsesi saat Royal Urn dibawa masuk ke Krematorium Kerajaan Foto: AFP PHOTO/LILLIAN SUWANRUMPHA

Pada Kamis (26/10), Royal Urn yang menyimbolkan peti mati kerajaan dibawa dari Istana Bangkok menuju Krematorium Kerajaan. Royal Urn yang dilapisi emas ditempatkan dalam Kereta Kemenangan Besar yang juga bernuansakan emas, yang ditarik lebih dari 200 tentara yang berpakaian tradisional Thailand.

Di masa lalu, Royal Urn digunakan untuk membawa jenazah keluarga kerajaan Thailand yang wafat, dengan posisi jenazah dalam keadaan duduk. Namun untuk Raja Bhumibol, jenazahnya diletakkan di dalam peti mati biasa.

Raja Vajiralongkorn, putra Raja Bhumibol, nantinya akan menyulut api ke Krematorium Kerajaan pada pukul 22.00 waktu setempat.

Pagoda utama yang disebut Busabok, tempat disemayamkannya jenazah Raja Bhumibol sebelum dikremasiPagoda utama yang disebut Busabok, tempat disemayamkannya jenazah Raja Bhumibol sebelum dikremasi Foto: AFP PHOTO/LILLIAN SUWANRUMPHA

Raja Vajiralongkorn telah memberikan penghormatan terakhir kepada ayahnya di Krematorium Kerajaan yang terdiri atas tiga lantai dengan banyak anak tangga yang dilapisi karpet merah ini. Menyusul adiknya, Putri Maha Chakri Sirindhorn, yang menyalakan lilin di dalam krematorium.

Tamu-tamu undangan dalam prosesi kremasi ini berasal dari berbagai negara. Seperti dari Kerajaan Bhutan, Inggris, Jepang, Lesotho, Belanda, Norwegia, Spanyol dan Swedia. Tokoh penting seperti Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis dan Presiden Singapura Halimah Yacob juga hadir. Indonesia diwakili oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, yang menjadi utusan khusus Presiden RI Joko Widodo.

Seperti dilansir media lokal Thailand, The Nation, para tamu asing diberi kesempatan satu persatu untuk masuk ke dalam Krematorium Kerajaan guna memberikan penghormatan terakhir terhadap Raja Bhumibol, sebelum kremasi dimulai.

Ratusan ribu warga Thailand memenuhi area sekitar lokasi kremasiRatusan ribu warga Thailand memenuhi area sekitar lokasi kremasi Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Otoritas setempat, menyebut 110 ribu orang yang berpakaian serba hitam berkumpul di dekat lokasi kremasi, dengan 200 ribu orang lainnya memenuhi area sekitar Sanam Luang. Namun tidak sembarang orang bisa mendekat ke Krematorium Kerajaan.

(nvc/imk)