ADVERTISEMENT

Pengadilan Saudi: Binladen Group Tak Perlu Ganti Rugi Insiden Crane

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 25 Okt 2017 01:39 WIB
Crane jatuh di Masjidil Haram (Foto: Arsyad Hidayat)
Jakarta - Pengadilan Arab Saudi memutuskan peristiwa crane yang jatuh di Mekah dua tahun lalu disebabkan oleh bencana alam. Oleh karena itu hakim memutuskan perusahaan penanggungjawab crane, Binladen Group, tidak perlu membayar ganti rugi.

Dilansir dari Free Malaysia Today, Rabu (25/10/2017), pengadilan Saudi memenangkan perusahaan BinLaden Group dan membebaskan 13 pegawainya dari tuntutan.

[Gambas:Video 20detik]


Dalam putusannya, pengadilan memutuskan bencana tersebut disebabkan kondisi alam dan tidak ada unsur kesalahan manusia (human error). Hakim dalam kasus tersebut, seperti disebut media Saudi Gazette, mengatakan putusan tersebut telah mempertimbangkan secara menyeluruh laporan yang tersebut.

Hakim juga menyatakan telah mempelajari secara seksama laporan Presidency of Meteorology and Environtment yang menyebut kejadian crane jatuh tersebut karena hujan deras dan badai besar.

"Crane berada dalam posisi tegak, benar, dan aman. Tidak ada kesalahan yang dilakukan terdakwa," kata hakim.

Hakim juga mempertimbangkan laporan khusus internasional yang dipresentasikan BinLaden Group untuk mendukung pembelaannya.

"Jaksa tidak memberikan bukti kuat bahwa BinLaden Group melanggar peraturan keselamatan. Bukti yang dia sampaikan tidak cukup memberatkan terdakwa," ungkap hakim. Atas putusan tersebut, jaksa akan mengajukan banding.

Sebelumnya, Raja Salman Abdulaziz memerintahkan agar semua korban diberi kompensasi sebesar 1 juta riyal kepada keluarga korban yang tewas. Serta kepada korban yang menderita luka parah diberi kompensasi setengah dari jumlah tersebut.


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga pernah mengatakan sudah ada kepastian soal pencairan santunan korban kecelakaan crane. Tinggal menunggu hari-hari pencairan.

"Sebagaimana disampaikan Pak Dubes kemarin, alhamdulillah (pencairan) dalam waktu yang tidak lama lagi," kata Lukman setelah menghadiri 'Silaturahmi NU Sedunia' di Hotel Arkan Bakkah, Mekah, Selasa (29/8).

Berdasarkan nota diplomatik, korban meninggal atau cacat mendapatkan 1 juta riyal atau setara dengan Rp 3,5 miliar, sedangkan korban terluka mendapatkan 500 ribu riyal atau Rp 1,7 miliar. Jumlah ini sesuai dengan janji Raja Salman yang diucapkan tak lama setelah kecelakaan terjadi.

Nota diplomatik bersifat 'sangat segera'. KBRI juga akan sangat segera merespons hal tersebut.

Kecelakaan crane di Masjidil Haram terjadi pada 2015, tepatnya pada Jumat, 11 September. Sedikitnya 107 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka. Sebanyak 10 korban tewas merupakan jemaah haji asal Indonesia dan puluhan terluka. (yld/rna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT