DetikNews
Selasa 10 Oktober 2017, 18:56 WIB

Paus Fransiskus Akan Temui Biksu Ternama dan Jenderal Militer Myanmar

Novi Christiastuti - detikNews
Paus Fransiskus Akan Temui Biksu Ternama dan Jenderal Militer Myanmar Paus Fransiskus (Osservatore Romano/Handout via REUTERS)
Vatican City - Paus Fransiskus akan bertemu dengan sejumlah biksu ternama Myanmar, juga jenderal militer dan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dalam kunjungannya pada November mendatang. Kunjungan ini dilakukan saat Myanmar dilanda krisis Rohingya.

Menurut jadwal agenda yang dirilis otoritas Vatikan, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/10/2017), Paus yang pemimpin umat Katolik sedunia ini akan memberikan dua kali misa di Myanmar yang didominasi penganut Buddha dan satu kali misa di Bangladesh yang didominasi warga muslim.

Menurut Kardinal Myanmar, Charles Maung Bo, terdapat sekitar 700 ribu umat Katolik Roma di Myanmar, yang berpenduduk 51,4 juta jiwa. Sedangkan di Bangladesh, umat Katolik termasuk kelompok minoritas kecil. Paus Fransiskus akan menjadi Paus pertama yang mengunjungi Myanmar dan merupakan kunjungan kedua di Bangladesh, setelah Paus Yohanes Paulus II tahun 1986 silam.


Jadwal dari Vatikan itu menyebut Paus akan mengunjungi Myanmar terlebih dahulu pada 27-30 November, kemudian melanjutkan kunjungan ke Bangladesh pada 30 November sampai 2 Desember.

Dijadwalkan Paus akan tiba di Yangon, kota terbesar di Myanmar, pada 27 November setelah terbang selama lebih dari 10 jam. Paus akan beristirahat selama 24 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke ibu kota Naypyitaw. Di sana, Paus akan menggelar pembicaraan tertutup dengan Presiden Htin Kyaw dan Suu Kyi, menjabat Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Myanmar. Secara de-facto, Suu Kyi merupakan pemimpin Myanmar.

Dituturkan seorang pejabat senior Vatikan, bahwa para pemimpin militer Myanmar akan menghadiri pertemuan terpisah yang digelar secara publik, saat Paus menyampaikan pidato di hadapan politikus dan diplomat di negara itu. Ini akan menjadi momen Paus menyampaikan pidato penting dalam kunjungannya di Myanmar ini.


Kemudian pada 29 November, Paus akan bertemu dengan otoritas tertinggi Buddha, Sangha Maha Nayaka, yang merupakan panel biksu senior yang bertanggung jawab atas aturan spiritual. Panel biksu ini didukung penuh oleh pemerintah Myanmar.

Kunjungan Paus Fransiskus ini dilakukan saat Myanmar menghadapi kecaman internasional terkait krisis Rohingya. Selama ini, Paus Fransiskus rutin berbicara soal pengungsi Rohingya dan beberapa kali membela mereka. Salah satunya pada Februari lalu, Paus Fransiskus menyebut Rohingya disiksa dan dibunuh karena mereka ingin mempraktikkan budaya dan keyakinan Islam mereka.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed