DetikNews
Jumat 29 September 2017, 09:33 WIB

Pejabat Rusia dan Korut Bertemu di Moskow Bahas Krisis Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Pejabat Rusia dan Korut Bertemu di Moskow Bahas Krisis Nuklir Warga Korsel menonton berita uji coba nuklir Korut pada 3 September lalu (Han Jong-Chan/Yonhap/via REUTERS)
Moskow - Pejabat Rusia dan Korea Utara (Korut) akan menggelar pertemuan di Moskow. Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas krisis nuklir Korut. Amerika Serikat (AS) menyambut baik rencana pertemuan ini.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (29/9/2017), Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan Duta Besar Khusus, Oleg Burmistrov, akan bertemu dengan Direktur Jenderal Departemen Amerika Utara pada Kementerian Luar Negeri Korut, Choe Son-Hui di Moskow.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menolak untuk menjelaskan lebih rinci soal pertemuan itu. Dia menyatakan kementeriannya akan merilis pernyataan setelah pertemuan digelar pada Jumat (29/9) waktu setempat.


Secara terpisah, AS menyambut baik rencana pertemuan ini. "Saya tidak bisa melihatnya sebagai hal yang buruk," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert.

"Diplomasi adalah pendekatan yang lebih kami sukai. Jika Rusia bisa sukses membuat Korea Utara bergerak ke arah yang lebih baik, kami tentu akan menyambut baik," imbuhnya.

Saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendorong sebuah proposal yang disusun Rusia dan China untuk meredakan ketegangan antara AS dengan Korut.


Proposal itu mengatur penghentian uji coba rudal dan nuklir Korut juga penghentian latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan, demi memulai kembali perundingan yang terhenti. Lavrov menyarankan agar sebuah negara netral di Eropa menjadi mediator dalam perundingan itu.

Secara privat, para pejabat AS menilai upaya Rusia tidak akan berdampak signifikan. Beberapa hari terakhir terjadi perang kata-kata dan saling melontarkan ancaman antara Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong-Un terkait program rudal dan nuklir rezim komunis itu.

Nauert menambahkan bahwa pertemuan Rusia dan Korut pada Jumat (29/9) waktu setempat itu digelar dua pekan setelah kunjungan utusan khusus AS untuk Korut, Joseph Yun, ke Moskow.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed