DetikNews
Kamis 28 September 2017, 20:10 WIB

Tuding Korut Siksa Mahasiswa AS, Trump Disebut 'Manula Gila'

Novi Christiastuti - detikNews
Tuding Korut Siksa Mahasiswa AS, Trump Disebut Manula Gila Donald Trump (REUTERS/Eduardo Munoz)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeksploitasi kematian mahasiswa AS, Otto Warmbier. Korut juga menyebut Trump sebagai 'manula gila' karena menuding rezim komunis itu menyiksa Warmbier.

Reaksi keras Korut ini disampaikan setelah Trump melalui kicauannya di Twitter, pekan ini, menuding Korut telah menyiksa Warmbier yang meninggal pada Juni lalu. Warmbier yang divonis 15 tahun kerja paksa oleh Korut, meninggal dunia beberapa hari setelah dipulangkan ke AS dalam kondisi koma.


Dalam pernyataan terbaru melalui kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir AFP, Kamis (28/9/2017), Kementerian Luar Negeri Korut balik menuding AS telah 'membujuk dan mendorong' Warmbier untuk melanggar hukum saat berada di Korut.

"Trump dan antek-anteknya, untuk propaganda anti-DPRK, kembali mulai mengeksploitasi kematian Otto Warmbier," tegas Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataannya. DPRK merupakan kependekan dari nama resmi Korut, yakni Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Fakta bahwa manula gila Trump dan komplotannya memfitnah martabat pemimpin tertinggi kami yang agung, menggunakan data palsu yang penuh kebohongan dan rekayasa, hanya semakin menambah kebencian rakyat dan militer kami terhadap AS dan menambah tekad mereka untuk membalas beribu-ribu kali lipat," imbuh pernyataan itu.


Lebih lanjut, Korut menuding ada 'organisasi konspirasi anti-DPRK di AS' yang memberikan 'misi' kriminal kepada Warmbier semasa hidup. "AS sekarang bahkan mempekerjakan orang yang sudah mati dalam kampanye konspirasi untuk menyulut komunitas internasional agar menekan DPRK," tuding Korut via KCNA.

Pekan ini, orangtua Warmbier dan Trump kompak menuding Korut menyiksa mahasiswa berusia 22 tahun itu. Warmbier divonis bersalah telah mencuri slogan propaganda Korut dari sebuah hotel di Pyongyang, tempatnya menginap saat berwisata pada Januari 2016 lalu.

"Otto disiksa secara luar biasa oleh Korea Utara," ucap Trump via akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, usai menonton orangtua Warmbier dalam tayangan televisi pada Selasa (26/9) pagi waktu setempat.


Secara terpisah, orangtua Warmbier dalam wawancara televisi menyebut putra mereka mengalami tanda-tanda penyiksaan, termasuk kondisi gigi yang telah 'disusun' ulang dan tangan serta kaki yang cacat. Menanggapi hal itu, pemeriksa medis di Ohio menyatakan Warmbier tidak mengalami tanda-tanda penyiksaan yang jelas di tubuhnya. Menurutnya, Warmbier mengalami kerusakan otak yang disebabkan kurangnya aliran oksigen ke otak. Warmbier meninggal usai beberapa hari dirawat di rumah sakit Ohio, kota asalnya.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed