DetikNews
Kamis 28 September 2017, 18:05 WIB

Kelompok Militan Rohingya Bantah Membantai Warga Hindu di Rakhine

Novi Christiastuti - detikNews
Kelompok Militan Rohingya Bantah Membantai Warga Hindu di Rakhine Tentara Myanmar berjaga di desa muslim di Rakhine yang hangus terbakar pada Agustus lalu (AFP PHOTO/STR)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Naypyitaw - Militan Rohingya membantah tuduhan militer Myanmar soal pembantaian warga Hindu di Rakhine. Tuduhan itu dilontarkan militer Myanmar setelah menemukan puluhan jenazah warga Hindu dalam kuburan massal di wilayah Rakhine yang dilanda konflik.

Bentrokan antara militer Myanmar dengan militan Rohingya, yang menyebut dirinya sebagai Tentara Keselamatan Arakan Rohingya (ARSA), memicu eksodus etnis minoritas muslim Rohingya ke Bangladesh. Ratusan warga penganut Hindu yang tinggal di negara bagian Rakhine diduga terjebak bentrokan.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuding militer Myanmar melakukan praktik pembersihan etnis terhadap Rohingya. Tudingan itu telah dibantah mentah-mentah oleh Myanmar, yang menegaskan militernya memburu teroris di Rakhine.


Awal pekan ini, seperti dilansir AFP, Kamis (28/9/2017), tentara Myanmar mengklaim menemukan puluhan jenazah warga Hindu di wilayah Rakhine bagian utara. Namun klaim itu tidak bisa diverifikasi secara independen karena akses ke Rakhine sangat sulit. Pada Rabu (27/9) kemarin, militer Myanmar mengajak sejumlah wartawan ke lokasi temuan.

Temuan jenazah warga Hindu itu terjadi di dekat desa Ye Baw Kyaw, Rakhine bagian utara. Jurnalis AFP yang mengunjungi langsung lokasi temuan jenazah melihat langsung kondisi jenazah yang telah membusuk, dibaringkan di rerumputan. Keluarga korban tampak meratap di dekatnya.

Disebutkan total ada 45 jenazah warga Hindu, yang kebanyakan wanita dan anak-anak yang ditemukan di area tersebut. Militer Myanmar menuding militan Rohingya membantai warga Hindu di area tersebut pada 25 Agustus, saat bentrokan pecah antara kedua pihak.


Dalam pernyataannya menanggapi tudingan itu, kelompok militan ARSA menyampaikan bantahan. ARSA menyangkal anggotanya telah 'melakukan pembunuhan, kekerasan seksual atau perekrutan paksa' di wilayah Rakhine pada 25 Agustus.

Kelompok militan itu pun menyerukan militer Myanmar untuk berhenti 'menyalahkan korban'.

Militer Myanmar menyatakan pihaknya masih mencari 48 warga Hindu yang dilaporkan hilang sejak konflik pecah di Rakhine. Sejumlah warga Hindu yang tinggal di area itu menuturkan kepada AFP, sejumlah pria bermasker menyerbu desa mereka pada 25 Agustus dan menghabisi nyawa sejumlah warga desa dengan golok, sebelum membuang jasad mereka ke dalam satu lubang di tanah.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed