DetikNews
Selasa 26 September 2017, 02:13 WIB

Tuduh Trump Deklarasi Perang, Korut Sebut Punya Hak Tembak Bomber AS

Elza Astari Retaduari - detikNews
Tuduh Trump Deklarasi Perang, Korut Sebut Punya Hak Tembak Bomber AS Ri Yong-Ho dan Kim Jong-Un. (Foto: AFP Photo/File).
Jakarta - Korea Utara menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang terhadap negaranya. Negara pimpinan Kim Jong-Un itu pun menyatakan memiliki hak menembak jatuh pesawat pengebom AS.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho. Dia mengatakan, Korut memiliki hak untuk menembak jatuh pesawat tempur AS bahkan jika tidak berada di wilayahnya.

"Seluruh dunia harus mengingat dengan jelas bahwa AS adalah yang pertama kali mengumumkan perang terhadap negara kita," kata Ri seperti dilansir BBC, Selasa (26/9/2017).


Ri mengatakan itu kepada wartawan saat ia hendak meninggalkan New York, AS, setelah dia berbicara dengan Majelis Umum PBB pada Sabtu (23/9) lalu. Di forum ini, Ri menggambarkan Trump sebagai 'orang gila mental yang penuh dengan megalomania' dalam sebuah 'misi bunuh diri'.

Dalam pidatonya, Ri juga menyebut bahwa serangan rudal Korut ke daratan AS tak terelakkan setelah 'Presiden Jahat' Trump mengejek pemimpin Korut Kim Jong-Un sebagai 'manusia roket'. Menanggapi pidato Ri, Trump kemudian kembali melontarkan ancaman terhadap Korut.

Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan 'mereka tak akan ada lebih lama lagi'. Respon atas cuitan Trump ini membuat Ri melontarkan tanggapan tajam dengan menyebut Trump telah mendeklarasikan perang terhadap Korut.


"Sejak Amerika Serikat mengumumkan perang terhadap negara kita, kita berhak mengambil tindakan balasan, termasuk hak untuk menembak jatuh pembom strategis Amerika Serikat bahkan ketika mereka tidak berada di dalam wilayah udara negara kita," ujarnya.

Ucapan Ri ini adalah yang terbaru dari perang kata-kata yang semakin para antara kedua negara. Pernyataan itu muncul dua hari setelah pesawat tempur AS terbang mendekati pantai Korea Utara dalam sebuah demonstrasi yang disebut sebagai misi unjuk kekuatan atas tekad AS.

"Misi ini merupakan demonstrasi tekad AS dan pesan jelas bahwa presiden memiliki banyak opsi militer untuk mengalahkan setiap ancaman," kata juru bicara Pentagon Dana White seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (24/9).


"Kami siap menggunakan seluruh kemampuan militer untuk membela tanah air AS dan sekutu-sekutu kami," imbuhnya.

Dalam misi itu, Angkatan Udara Amerika Serikat menerbangkan pesawat-pesawat pengebom B-1B Lancer hingga mendekati wilayah pesisir timur Korea Utara. Dilaporkan Pentagon, pesawat-pesawat pengebom AS tersebut bertolak dari Guam, wilayah AS di Pasifik dan terbang di atas perairan sebelah timur Semenanjung Korea. Saat penerbangan tersebut, pesawat-pesawat pengebom AS itu dikawal oleh jet-jet tempur F-15C Eagle yang bertolak dari Okinawa, Jepang.
(elz/yld)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed