DetikNews
Senin 25 September 2017, 10:29 WIB

Tentara Myanmar Temukan 28 Jenazah Warga Hindu di Rakhine

Novi Christiastuti - detikNews
Tentara Myanmar Temukan 28 Jenazah Warga Hindu di Rakhine Tentara Myanmar berjaga di desa muslim di Rakhine dalam foto pada Agustus lalu (AFP PHOTO/STR)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Naypyitaw - Tentara Myanmar menemukan 28 jenazah warga penganut Hindu di wilayah Rakhine. Orang-orang itu diduga dibunuh oleh militan Rohingya, bulan lalu.

Konflik kembali pecah di Rakhine setelah kelompok militan Rohingya, atau yang menamakan diri mereka sebagai Tentara Keselamatan Arakan Rohingya (ARSA), menyerang 30 pos polisi dan sebuah pangkalan militer di Rakhine. Serangan itu menewaskan 12 orang termasuk personel militer Myanmar.

Dampak dari serangan itu, militer Myanmar melakukan operasi besar-besaran di Rakhine untuk memburu militan ARSA. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut operasi militer Myanmar di Rakhine sebagai 'pembersihan etnis'.


Otoritas Myanmar yang didominasi penganut Buddha menyebut, lebih dari 400 orang tewas dalam operasi militer di Rakhine. Sebagian besar korban tewas disebut sebagai militan ARSA. Myanmar juga menolak tudingan pembersihan etnis dan bersikeras operasinya bertujuan membasmi teroris.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (25/9/2017), sejumlah kecil warga minoritas Hindu diduga terjebak di tengah konflik. Beberapa dari mereka melarikan diri ke Bangladesh dan mengeluhkan tindak kekerasan yang dialami dari tentara Myanmar juga warga Buddha setempat. Beberapa warga minoritas Hindu mengaku diserang oleh militan setempat karena dicurigai menjadi mata-mata pemerintah Myanmar.

"Pasukan keamanan menggali dan menemukan 28 jenazah warga Hindu yang secara kejam dan kasar dibunuh oleh teroris Benggala ekstremis ARSA di Rakhine," demikian pernyataan militer Myanmar via situs resminya. Pernyataan itu tidak bisa dipastikan kebenarannya secara independen karena akses ke wilayah Rakhine dikuasai sepenuhnya oleh militer Myanmar.


Bau busuk yang kuat membawa pasukan militer Myanmar pada temuan kuburan massal itu. Ada dua kuburan yang berisi 28 jenazah sekaligus. Foto-foto yang belum terverifikasi dirilis oleh Komisi Informasi Pemerintah Myanmar. Foto itu menunjukkan sejumlah jenazah tergeletak di atas rumput di dekat dua lubang tempat jenazah itu ditemukan.

Pemerintah Myanmar dalam pernyataan terpisah menyebut pencarian dipusatkan di dekat desa Ye Baw Kya, Rakhine bagian utara, setelah seorang pengungsi di Bangladesh menghubungi pemimpin komunitas Hindu di Myanmar. Pengungsi itu menyebut 300 militan ARSA membawa 100 orang dari desa tersebut keluar pada 25 Agustus dan membunuh mereka.

Dalam penggalian yang dilakukan di Rakhine, ditemukan sedikitnya 20 jenazah wanita dewasa dan 8 jenazah anak laki-laki. "Mereka memaksa delapan wanita warga desa tersebut untuk mengubah keyakinan ke Islam dan membawa mereka ke Bangladesh," sebut otoritas Myanmar.


Konflik yang melanda Rakhine memaksa lebih dari 430 ribu warga etnis minoritas muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Jumlah itu tercatat sejak konflik kembali pecah pada 25 Agustus lalu. Selain Rohingya, sekitar 30 ribu warga Hindu dan Buddha yang tinggal di wilayah Rakhine yang dilanda konflik juga ikut mengungsi. Kedua komunitas itu sama-sama menyebut mereka diteror oleh militan Rohingya atau ARSA.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed