Tentara AS dan Korsel Berlatih Merebut Desa Dekat Perbatasan Korut

Tentara AS dan Korsel Berlatih Merebut Desa Dekat Perbatasan Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Sep 2017 19:38 WIB
Tentara AS dan Korsel Berlatih Merebut Desa Dekat Perbatasan Korut
Suasana di perbatasan Korsel-Korut (detikcom/Aji Surya)
Seoul - Tentara Amerika Serikat (AS) kembali melakukan latihan gabungan dengan tentara Korea Selatan (Korsel). Kali ini mereka menggelar simulasi merebut kembali sebuah desa di dekat perbatasan Korea Utara (Korut).

Suara baku tembak yang diikuti suara ledakan keras terdengar di area perbukitan dekat perbatasan Korut dan Korsel. Komandan Batalion US 2nd Armored Brigade Combat Team, Rob Kimmel, menyisir desa yang ada di kaki gunung, lokasi asap membubung ke udara.

"Itu serangan musuh yang ingin menyerang pasukan ROK yang berada di sana," teriak Kimmel, merujuk pada nama resmi tentara Korsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Semua itu bagian dari latihan gabungan tentara kedua negara. Seperti dilansir Reuters, Selasa (19/9/2017), ini merupakan salah satu dari serangkaian latihan militer yang tengah dilakukan AS dan Korsel di Semenanjung Korea. Latihan gabungan kedua negara digelar semakin intens setelah Korut menggelar uji coba nuklir terbaru pada awal bulan ini dan rentetan peluncuran rudal dalam beberapa minggu terakhir.

Dalam latihan gabungan terbaru ini, tentara AS dan Korsel memiliki misi merebut kembali sebuah desa yang jatuh ke tangan musuh.

Saat latihan digelar, terdengar suara baku tembak dari para tentara bersenjata lengkap yang bersembunyi di dalam gedung. Beberapa tentara lainnya mengendap-endap di salah satu sudut desa yang dirancang khusus untuk latihan militer ini.


Sekitar 700 tentara ikut serta dalam latihan militer yang berlangsung selama empat hari ini. Latihan militer bernama Warrior Strike 8 ini digelar di dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang merupakan perbatasan paling dipenuhi perlengkapan senjata di dunia. Korsel dan AS secara teknis masih dalam situasi perang dengan Korut, setelah perang Korea tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjan damai.

Latihan militer gabungan semacam ini digelar secara rutin. Namun otoritas militer hanya baru kali ini mengundang media untuk mengamati latihan gabungan ini. Ini merupakan pertama kali dalam dua tahun terakhir media bisa menyaksikan langsung latihan militer gabungan ini.

Pejabat Urusan Publik pada Divisi Infantri ke-2 AS, Kim Hyon-Sok menyebut latihan ini sebagai pelatihan untuk kesiapan bertempur melawan Korut jika memang diperlukan.


Berbasis di Fort Hood, Texas, tim Komandan Kimmel dikerahkan dalam misi 9 bulan di Korsel. "Kami terus melakukan latihan karena situasi semakin meningkat. Ini menjadi jenis latihan pencapaian besar...kami akan melakukannya dua hingga tiga kali latihan semacam ini selama kami ada di sini," terangnya.

Saat ditanya apakah latihan militer di dekat perbatasan akan membuat Korut takut dengan kemampuan AS dan Korsel, Kimmel menjawab: "Saya tidak yakin, tapi saya harap demikian."

(nvc/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads