"Ini seperti menyiram bensin di atas api yang membuat kami protes dan menyesal," kata Hak-Chol dalam konferensi pers di Lima, Peru, dilansir Reuters, Rabu (13/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah bilateral dan diplomatik yang diambil kemarin oleh pemerintah Peru tidak memiliki penalaran yudisial dan moral. Sama sekali tidak menginginkan perdamaian dan keamanan dunia,' ujar Hak-Chol.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Peru menyatakan Dubes Kim Hak-Chol "persona non grata" dan diberikan waktu lima hari untuk angkat kaki dari Peru.
Keputusan tersebut diambil mengingat pelanggaran berulang kali dan terang-terangan Korut akan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB sebelumnya. (nkn/nkn)











































