DetikNews
Senin 11 September 2017, 17:23 WIB

Terus Bertambah, 313 Ribu Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Terus Bertambah, 313 Ribu Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh Pengungsi Rohingya menunggu kapal untuk menyeberang ke perbatasan Bangladesh (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Dhaka - Jumlah warga Rohingya yang melarikan diri dari konflik di Rakhine, Myanmar terus bertambah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sedikitnya 313 ribu warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh sejak 25 Agustus lalu.

Dituturkan juru bicara Badan Pengungsi PBB, UNHCR, Joseph Tripura, seperti dilansir AFP, Senin (11/9/2017), bahwa penghitungan terbaru menunjukkan jumlah warga Rohingya yang telah mengungsi ke Bangladesh bertambah menjadi 313 ribu orang.

Jumlah itu tercatat sejak konflik kembali pecah di Rakhine, Myanmar, pada 25 Agustus, setelah militan Rohingya menyerang puluhan pos polisi dan pangkalan militer Myanmar. Serangan itu berujung pada operasi militer besar-besaran di Rakhine yang memicu eksodus warga Rohingya.




Baik PBB maupun pemerintah Bangladesh sama-sama menyebut aliran pengungsi Rohingya yang bergerak ke Bangladesh mulai berkurang dalam beberapa hari terakhir, meskipun situasi masih belum stabil.

"Aliran kedatangan (pengungsi) yang baru masih dalam perjalanan dan mereka memilih tinggal sementara di pinggir-pinggir jalan, dan tak masuk dalam penghitungan karena kurangnya mekanisme pelacakan komprehensif," terang laporan PBB yang dirilis Senin (11/9) waktu setempat.

Kamp pengungsian dan permukiman sementara yang ada di wilayah Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar, mulai kewalahan menampung pengungsi. Sebelum konflik kembali pecah pada 25 Agustus, sudah ada 400 ribu pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp pengungsian Bangladesh.


Dengan situasi ini, puluhan ribu pengungsi Rohingya yang baru tiba di Bangladesh terancam tidak memiliki tempat berteduh, terutama dalam menghadapi musim penghujan yang sedang melanda Bangladesh.

Situasi semakin memprihatinkan karena kebanyakan pengungsi Rohingya mengungsi dengan berjalan kaki, telah menempuh perjalanan yang memilukan, yang diwarnai aksi kekerasan tentara Myanmar serta ancaman ranjau di dekat perbatasan Bangladesh. Banyak dari mereka menderita sakit, kelelahan dan sangat butuh makanan serta air bersih dan tempat berteduh.


(nvc/imk)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed