DetikNews
Senin 11 September 2017, 15:57 WIB

Dalai Lama Minta Suu Kyi Cari Solusi Damai Akhiri Krisis Rohingya

Novi Christiastuti - detikNews
Dalai Lama Minta Suu Kyi Cari Solusi Damai Akhiri Krisis Rohingya Dalai Lama (Getty Images)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
New Delhi - Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, menyerukan kepada pemimpin Myanmar, Aung Sang Suu Kyi, untuk mencari solusi damai bagi krisis Rohingya di wilayahnya. Dia juga mengatakan Buddha akan menolong etnis minoritas muslim Rohingya yang tertindas.

Sejauh ini sekitar 300 ribu warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh. Jumlah itu tercatat sejak konflik kembali pecah di Rakhine pada 25 Agustus lalu, setelah militan Rohingya menyerang puluhan pos polisi dan pangkalan militer Myanmar. Serangan itu berujung operasi militer Myanmar yang memicu eksodus besar-besaran Rohingya ke Bangladesh.

"Saya meminta kepada Anda dan rekan-rekan pemimpin Anda untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat untuk berupaya memulihkan hubungan bersahabat di seluruh populasi dalam semangat perdamaian dan rekonsiliasi," imbau Dalai Lama dalam suratnya kepada Suu Kyi, seperti dilansir AFP, Senin (11/9/2017).


Saat ditanya wartawan soal krisis Rohingya, Dalai Lama menyerukan kepada kelompok dan orang-orang yang menindas Rohingya di Myanmar untuk selalu mengingat Buddha. "Orang-orang yang mengganggu sejumlah warga muslim, mereka seharusnya mengingat Buddha," ucap Dalai Lama seperti dilansir The Telegraph.

"Buddha, dalam situasi semacam itu, tentu akan membantu warga muslim yang malang itu," ujarnya.

"Jadi masih, saya merasa..sangat sangat sedih, sangat sedih," tutur Dalai Lama saat ditanya wartawan situasi di Rakhine.


Dalai Lama merupakan penerima Nobel Perdamaian ketiga yang melontarkan seruan terhadap Suu Kyi. Sebelumnya Malala Yousafzai dan Emiritus Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu meminta Suu Kyi untuk bersuara lantang membela Rohingya yang tertindas dan teraniaya di Myanmar.

"Saudariku tersayang: Jika harga politik bagi kenaikan Anda ke jabatan tertinggi di Myanmar adalah kebungkaman Anda, harganya jelas terlalu mahal," ucap Tutu dalam surat terbuka untuk Suu Kyi pada Jumat (8/9) pekan lalu.


(nvc/imk)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed