DetikNews
Senin 04 September 2017, 04:01 WIB

Trump Ancam Embargo Negara yang Berbisnis dengan Korut

Elza Astari Retaduari - detikNews
Trump Ancam Embargo Negara yang Berbisnis dengan Korut Presiden AS Donald Trump. Foto: Reuters
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kian menunjukkan reaksi keras menyusul uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara (Korut). Trump mengancam embargo negara mana pun yang melakukan bisnis perdagangan dengan negara pimpinan Kim Jong Un itu.

Dilansir AFP, Senin (4/9/2017), Trump menyerukan ancaman tersebut melalui akun twitter miliknya. Dia juga mencuitkan sejumlah poin lainnya terkait Korut.

"Amerika Serikat sedang mempertimbangkan, selain pilihan lain, menghentikan semua perdagangan dengan negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Korea Utara," demikian tulis Trump di akun twitternya.

Ancaman Trump ini bisa berdampak besar kepada China, sekutu utama Korea Utara. Trump pun melalui twitter juga mengatakan akan melakukan pertemuan dengan jajaran penasihat militernya untuk membahas tindak lanjut dari uji coba nuklir Korut.


"Saya akan bertemu Jenderal Kelly, Jenderal Mattis dan pemimpin militer lainnya di Gedung Putih untuk membahas Korea Utara. Terima kasih," cuitnya.

Seperti diketahui, Korut menggelar uji coba nuklir terbaru pada Minggu (3/9). Uji coba yang diklaim berlangsung sukses itu, disebut Korut bertujuan menguji kemampuan bom hidrogen canggih yang berhasil dikembangkannya.

Korut juga mengklaim, bom hidrogen itu bisa dijadikan hulu ledak yang dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya. Beberapa waktu lalu, Korut menyebut rudal antarbenua buatannya bisa menjangkau daratan AS dengan membawa nuklir. Bom hidrogen sendiri disebut-sebut memiliki kekuatan ledakan yang lebih dahsyat dibandingkan jenis bom nuklir lainnya.

China sendiri sudah mengecam keras uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara (Korut), negara tetangganya. China yang merupakan satu-satunya sekutu dekat Korut ini menyebut negara komunis itu mengabaikan kecaman internasional.


"DPRK (nama resmi Korut) telah mengabaikan perlawanan yang luas dari komunitas internasional, sekali lagi dengan melakukan uji coba nuklir," tegas Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Minggu (3/9).

"Pemerintah China menyatakan perlawanan tegas dan dan kecaman keras terhadap hal ini," imbuh pernyataan itu.

China yang masih menjadi sekutu diplomatik dan pendukung ekonomi Korut ini, dipandang memiliki peran penting dalam krisis Korut. China menuai tekanan besar dari dunia internasional terkait program rudal dan nuklir negara terisolasi itu.
(elz/knv)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed