Di depan para pendukungnya di Phoenix pada Selasa (22/8) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa retorika agresifnya mulai membuahkan hasil.
"Sebagian orang mengatakan itu terlalu keras. Itu belum cukup keras," ujarnya di depan ribuan pendukungnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/8/2017). "Namun Kim Jong-Un, saya menghargai fakta yang saya percaya bahwa dia mulai menghormati kita. Saya sangat menghargai fakta itu," imbuh Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Trump tersebut disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, pembicaraan dengan Korut mengenai program senjatanya mungkin bisa terlaksana dalam waktu dekat. Komentar Trump dan Tillerson tersebut bertolak belakang dengan retorika berapi-api sebelumnya, ketika Trump mengancam akan menghujani "api dan kemarahan" terhadap Korut jika terus mengancam AS.
Saat itu Korut merespons dengan mengatakan akan menembakkan rudal balistik ke Guam, wilayah AS di Pasifik. Namun kemudian Kim mengumumkan penundaan rencana peluncuran rudal tersebut sembari mengatakan akan terus memonitor aksi-aksi AS.
Beberapa jam sebelumnya, seperti diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA, Kim memerintahkan untuk memproduksi lebih banyak mesin roket berbahan bakar padat dan ujung kepala roket berhulu ledak. Namun tak ada retorika berapi-api yang dilontarkan Kim.
(ita/ita)











































