"Entah bagaimana ini mengingatkan saya pada sejarah Perang Dunia I dan bagaimana dunia melakukan kesalahan besar," ucap mantan Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), James Clapper, dalam program CNN Tonight, seperti dikutip dari CNN, Jumat (11/8/2017).
"Saya harap orang-orang belajar dari sejarah dan tidak mengulanginya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam program yang sama, kepala koresponden keamanan nasional CNN Jim Scuitto menyebut warga AS akan memperhatikan peringatan yang disampaikan Clapper, karena dia telah mengabdi untuk intelijen dan militer AS di bawah banyak Presiden AS selama lebih dari 40 tahun.
"Dia baru saja mengatakan soal bagaimana hal ini mengingatkannya pada gerakan menuju perang saat Perang Dunia I," ucap Sciutto.
"Dia bukan seseorang yang suka memberikan komentar bombastis. Dia memiliki kekhawatiran mendalam soal arah situasi di Korea Utara," imbuhnya.
Baca juga: Diancam Korut, AS Persiapkan Skenario Khusus |
Dalam pernyataan terbaru kepada wartawan di klub golf miliknya di New Jersey, Trump kembali menegaskan ancamannya untuk Korut. Trump sebelumnya menyatakan akan membalas Korut dengan 'api dan kemarahan' jika rezim komunis itu terus mengancam AS.
"Mungkin itu tidak cukup keras," celetuk Trump ke wartawan. Trump juga menyebut pemerintahan sebelumnya tidak berbuat banyak untuk mengatasi isu Korut.
Korut sebelumnya mengklaim akan menembakkan empat rudal balistik jarak menengah jenis Hwasong-12 ke Guam. Korut mengklaim rudal-rudal itu akan mengudara sejauh 3.365 kilometer dalam waktu 1.065 detik atau 17 menit 45 detik.
(nvc/ita)











































