China, sekutu penting Korut dan mitra perdagangan Korut, telah berulang kali menyerukan semua pihak tetap tenang dan menahan diri sementara ketegangan terus meningkat. Otoritas China juga telah menyatakan rasa frustrasi pada Korut yang terus menggelar uji coba rudal dan nuklir.
Baca juga: Diancam Korut, AS Persiapkan Skenario Khusus |
China juga mengkritik aksi AS dan sekutunya, Korea Selatan (Korsel), yang beberapa kali menggelar latihan militer gabungan hingga memancing reaksi keras Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Global Times banyak dibaca oleh warga China, namun isi kontennya disebutkan tidak mewakili pandangan dan kebijakan pemerintahan.
"Jika AS dan Korea Selatan melancarkan serangan dan berusaha menggulingkan rezim Korea Utara dan mengubah pola politik di Semenanjung Korea, China akan mencegah mereka melakukan hal itu," imbuh Global Times.
Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut militer Korut akan menyelesaikan rencana serangan dan menyerahkan ke Kim Jong-Un pada pertengahan Agustus. Korut mengklaim akan menembakkan empat rudal balistik jarak menengah jenis Hwasong-12 ke Guam, wilayah AS di Pasifik. Korut mengklaim rudal-rudalnya akan mengudara sejauh 3.365 kilometer dalam waktu 1.065 detik atau 17 menit 45 detik.
Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump menegaskan, Kim Jong-Un tidak akan lolos setelah melontarkan komentar mengerikan dan tidak menghormati AS. "Kita lihat apa yang dia lakukan terhadap Guam. Jika dia melakukan sesuatu terhadap Guam, itu akan menjadi peristiwa yang belum pernah dilihat siapapun, apa yang akan terjadi di Korea Utara," tegas Trump.
(nvc/ita)











































