Media NHK melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/7/2017), peluru-peluru untuk pistol kaliber .22 tersebut ditemukan di dalam sebuah kotak sampah di Bandara Haneda di Tokyo pada Selasa (4/7) sore waktu setempat.
Wanita yang tiba dari AS dan transit di bandara tersebut untuk menaiki penerbangan lain, ditangkap oleh polisi atas tuduhan melanggar UU pengendalian senjata api di Jepang. Peluru-peluru itu ditemukan oleh seorang petugas kebersihan dan polisi kemudian menganalisa rekaman kamera keamanan (CCTV) untuk menemukan wanita tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut media Asahi Shimbun, wanita itu tiba di Tokyo pada Selasa (4/7) bersama suaminya. Disebutkan Asahi, keberadaan peluru-peluru itu kemungkinan tidak diketahui saat pemeriksaan di bandara.
Jepang menerapkan aturan ketat pengendalian kepemilikan senjata api dan amunisi. Insiden yang melibatkan senjata api terbilang sangat langka di negeri Sakura itu.
Sebelumnya pada tahun 2016, seorang mantan pemain Liga Utama Bisbol ditangkap di pulau Okinawa, Jepang selatan karena membawa sebutir peluru. Yamaico Navarro ditangkap saat pemeriksaan keamanan bandara. Kepada polisi dia mengatakan bahwa peluru itu berasal dari negara asalnya, Republik Dominika dan dia tidak tahu kalau peluru itu ada di dalam tasnya. Pria itu kemudian dibebaskan. (ita/ita)










































