DetikNews
Kamis 22 Juni 2017, 11:28 WIB

Masjid Mosul Abad 12 Diledakkan ISIS, Warga Kehilangan

Novi Christiastuti - detikNews
Masjid Mosul Abad 12 Diledakkan ISIS, Warga Kehilangan Masjid Al-Nuri dan menara Al-Hadba dalam foto yang ditambil tahun 1932 (BBC/Library of Congress)
Baghdad - Hancurnya kompleks Masjid Raya Al-Nuri dan menara Al-Hadba usai diledakkan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), menjadi kehilangan memilukan bagi warga Irak, terutama warga kota Mosul. Masjid dan menara itu telah menjadi bagian sejarah kota Mosul sejak lama.



Seperti dilansir AFP dan media AS, New York Times (NYT), Kamis (22/6/2017), Masjid Al-Nuri dan menara Al-Hadba dibangun pada tahun 1172. Keduanya menjadi ciri khas kota Mosul, jauh sebelum ISIS menguasai kota itu pada 2014 lalu.

Foto dari udara menunjukkan masjid Al-Nuri dan menara Al-Hadba tinggal puingFoto dari udara menunjukkan masjid Al-Nuri dan menara Al-Hadba tinggal puing Foto: Iraqi Military Handout/via Reuters TV

Menara Al-Hadba sangat dicintai warga dan ditampilkan dalam banyak papan toko maupun papan iklan setempat. Bahkan menara ini dijuluki sebagai 'Menara Pisa Irak' oleh warga setempat, karena bentuknya yang condong, mirip Menara Pisa di Italia, yang dipicu oleh strukturnya yang tidak stabil.

"Anda bisa menemukannya di lembaran uang, Anda bisa menemukannya di dalam buka coretan," ucap Rasha Al-Aqeedi, yang tumbuh besar di Mosul dan kini menjadi peneliti di Al-Mesbar Studies and Research Centre di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Itu ada di mana-mana. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya dengan kata-kata. Itu menjadi sesuatu yang dikait-kaitkan karena selalu ada di sana," imbuhnya.


Ali al-Nashmi yang merupakan sejarawan terkenal Irak, mengecam ISIS. "Anjing-anjing ini, mereka yang terburuk yang pernah diciptakan Tuhan. Saya bersumpah saya tidak bisa membayangkan Mosul tanpa Al-Hadba," tegasnya.

Jauh sebelum ISIS menguasai Mosul tahun 2014, Badan PBB UNESCO telah memulai upaya untuk melindungi dan melestarikan menara Al-Hadba. Menara Al-Hadba juga masuk dalam daftar monumen yang dilindungi oleh otoritas Irak.

"Minaret (menara) Al-Hadba telah ada di sini sejak lama, itu merupakan bagian dari sejarah Mosul, menjadi simbol dari kota ini," ucap Ahmed Thilij (49), warga distrik Old City, lokasi Masjid Al-Nuri berada, sebelum masjid itu diledakkan ISIS.


Telah menjadi jelas bagi sebagian besar warga Mosul bahwa ISIS tidak akan menyerah dan pergi tanpa menghancurkan bangunan yang menjadi ciri khas kota terbesar kedua di Irak itu. Menurut warga, jika masjid itu direbut kembali oleh pasukan Irak, maka akan menjadi pukulan besar bagi ISIS.

"Ketika minaret itu hancur, itu akan menjadi pukulan terakhir bagi warisan kota Mosul karena semua ciri khas lainnya telah hilang. Saya akan sangat menyesal, saya tidak bisa membayangkan momen itu," sebut Hamed.

Masjid Al-Nuri dan menara Al-Hadba diledakkan pada Rabu (21/6) malam waktu setempat. ISIS menuding pasukan koalisi AS yang meledakkannya. Namun AS dan Irak kompak menuding ISIS berada di balik penghancuran masjid dan menara bersejarah itu.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed