Wakil Konsul Jenderal Bangladesh, Mohammed Shaheldul Islam ditangkap dan dijerat dakwaan pidana pada Senin (12/6) waktu setempat. Jaksa New York menyebut, Shaheldul menggunakan ancaman dan intimidasi untuk memaksa pembantu rumah tangganya bekerja tanpa upah.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (14/6/2017), Pelaksana Tugas Menteri Luar Negeri Bangladesh, Mahbub Uz Zaman, memanggil diplomat AS untuk datang ke kantor kementeriannya demi memberikan penjelasan soal penangkapan Shaheldul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa distrik Queens, Richard Brown, menyebut Shaheldul memiliki kekebalan diplomatik terbatas. Dia diperintahkan untuk menyerahkan paspornya saat tampil dalam persidangan.
Menurut dakwaan kasus ini, Shaheldul disebut membawa seorang warga Bangladesh bernama Mohammed Amin ke New York, antara tahun 2012-2013. Warga Bangladesh itu dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga untuk dirinya dan keluarganya. Pada praktiknya, Amin diminta bekerja hingga 18 jam per hari dan tidak menerima upah atas hasil kerjanya. Jika tidak mematuhi perintah Shaheldul, Amin akan diserang Shaheldul.
Jika dinyatakan bersalah dalam kasus ini, Shaheldul terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Menanggapi kasus ini, Konsul Jenderal Bangladesh di New York, Shameem Ahsan, menuturkan kepada Reuters bahwa Amin sebenarnya telah menghilang sejak 17 Mei 2016 namun baru melontarkan tudingan kepada Shaheldul baru-baru ini.
"Mengejutkan bagi kami bahwa setelah 13 bulan, dia muncul dengan tudingan ini. Kenapa dia tidak membahas isu ini sejak awal?" ucapnya.
(nvc/ita)











































