Paksa PRT Kerja Tanpa Upah, Diplomat Bangladesh Diadili di AS

Paksa PRT Kerja Tanpa Upah, Diplomat Bangladesh Diadili di AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Jun 2017 09:03 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
New York - Wakil Konsul Jenderal Bangladesh, Mohammed Shaheldul Islam, terjerat kasus pidana di New York, Amerika Serikat (AS). Dia akan diadili di pengadilan setempat karena memaksa pembantunya bekerja tanpa upah.

Disampaikan jaksa kota New York, seperti dilansir Reuters, Selasa (13/6/2016), Shaheldul dijerat dakwaan perdagangan buruh atau kerja paksa dan dakwaan penyerangan karena memaksa pembantu rumah tangganya (PRT) untuk bekerja tanpa upah, disertai ancaman dan intimidasi.

Dalam pernyataannya, jaksa distrik Queens, Richard Brown, menyebut Shaheldul memiliki kekebalan diplomatik terbatas. Dia diperintahkan untuk menyerahkan paspornya dan menghadap hakim Pengadilan Tinggi Agung Queens, Daniel Lewis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shaheldul telah ditahan otoritas setempat, namun tidak dijelaskan lebih lanjut kapan dia ditahan secara resmi. Jika dinyatakan bersalah atas dakwaan itu, Shaheldul terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Menurut dakwaan kasus ini, Shaheldul disebut membawa seorang warga Bangladesh bernama Mohammed Amin ke New York, antara tahun 2012-2013. Warga Bangladesh itu dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga untuk dirinya dan keluarganya.

"Segera setelah Amin tiba, terdakwa (Shaheldul) mengambil paspornya dan memintanya bekerja hingga 18 jam per hari ... Meskipun Amin memiliki kontrak yang menjelaskan besaran upahnya, diduga dia tidak pernah menerima bayaran atas hasil kerjanya," demikian bunyi dakwaan kasus ini.

"Jika korban tidak mematuhi perintah terdalwa, Amin akan diserang secara fisik oleh terdakwa, yang akan memukulnya dengan tangannya atau terkadang dengan sepatu kayu," imbuh dakwaan itu.

Dakwaan itu juga menyebut bahwa Amin hanya menerima 'upah' dari tips yang diberikan oleh para tamu dari pesta-pesta yang digelar Shaheldul. Kepada keluarga Amin di Bangladesh, Shaheldul hanya mengirimkan 'sedikit' uang.

Saat dimintai tanggapan, juru bicara Kedutaan Besar Bangladesh di Washington DC mengaku belum mendapat informasi soal hal ini. Konsulat Bangladesh di New York juga belum memberikan tanggapannya. Padahal seorang pejabat pada Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya telah memberitahu otoritas Bangladesh soal penangkapan Shaheldul.

(nvc/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads