Trump Sebut Mantan Direktur FBI sebagai Pembocor

Trump Sebut Mantan Direktur FBI sebagai Pembocor

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Jun 2017 19:00 WIB
Donald Trump dan James Comey (REUTERS/Jonathan Ernst/Kevin Lamarque/File Photo)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey sebagai pembocor. Trump membantah keterangan Comey soal dirinya ingin mengganggu penyelidikan FBI.

"Meskipun ada banyak pernyataan palsu dan kebohongan, sungguh-sungguh upaya untuk membersihkan diri (Comey-red) ... dan WOW, Comey seorang pembocor!" kicau Trump via akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump, seperti dilansir Reuters, Jumat (9/6/2017).

Kicauan itu merupakan komentar pertama Trump sejak Comey memberikan keterangan di hadapan Komisi Intelijen Senat AS pada Kamis (8/6) waktu setempat. Comey dipecat oleh Trump secara mendadak pada 9 Mei lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Takut Trump Bohong, Mantan Bos FBI Selalu Mencatat Pembicaraannya

Sebutan 'pembocor' merujuk pada pengakuan Comey yang menyebut dirinya sengaja memberikan salinan memo yang ditulisnya soal percakapan dengan Trump kepada pihak-pihak di luar Departemen Kehakiman AS. Comey juga mengaku telah meminta seorang rekannya 'membocorkan' salinan memo itu kepada wartawan.

Isi memo itu tidak berbeda jauh dengan keterangan-keterangan Comey saat dicecar para Senator AS terkait dugaan Trump melakukan intervensi dalam penyelidikan FBI, khususnya penyelidikan dugaan intervensi Rusia terhadap pilpres AS. Mantan penasihat keamanan nasional Trump, Michael Flynn, ikut menjadi fokus penyelidikan karena dicurigai berkolusi dengan Rusia untuk mempengaruhi pilpres AS demi memenangkan Trump.

Baca juga: Bos FBI yang Dipecat Selalu Mencatat Pembicaraan dengan Trump

Dalam keterangannya di hadapan Senat AS, Comey mengaku yakin Trump telah 'mengarahkan' dirinya untuk menghentikan penyelidikan FBI terhadap Flynn. Trump disebut tidak meminta penghentian penyelidikan dugaan intervensi Rusia secara keseluruhan, namun hanya penyelidikan atas Flynn, yang disebut Trump sebagai 'pria baik' dalam percakapannya dengan Comey.

Comey juga menyebut pemerintahan Trump telah berbohong dan memfitnah dirinya dan FBI usai pemecatannya bulan lalu. Fitnah yang dimaksud adalah komentar bahwa FBI sedang dilanda kekacauan di bawah kepemimpinan Comey dan para stafnya kehilangan kepercayaan pada Comey.

Baca juga: Di Depan Senat AS, Mantan Direktur FBI Bicara Soal Pemecatannya

Comey mengaku dirinya selalu mencatat konten percakapannya dengan Trump karena khawatir Trump akan berbohong soal pertemuan mereka. Dituturkan Comey, bahwa dirinya telah berbicara 9 kali dengan Trump, yang dimulai pada Januari 2017, beberapa pekan sebelum Trump dilantik. Tiga pembicaraan terjadi dalam pertemuan langsung, sedangkan enam pembicaraan lainnya dilakukan via telepon.

"Jujur, saya khawatir bahwa dia (Trump-red) akan berbohong soal isi pertemuan kami, jadi saya pikir sangat penting untuk mencatatnya," ujarnya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads