Liga Arab Sesalkan Arab Saudi Cs Putus Hubungan dengan Qatar

Liga Arab Sesalkan Arab Saudi Cs Putus Hubungan dengan Qatar

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Jun 2017 11:24 WIB
Liga Arab Sesalkan Arab Saudi Cs Putus Hubungan dengan Qatar
Ilustrasi (REUTERS/Thomas White/Illustration)
Kairo - Liga Arab menyesalkan putusnya hubungan diplomatik antara Qatar dengan negara-negara Arab. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyerukan negara-negara yang berkonflik untuk mengatasi setiap perbedaan dan tetap bersatu.

"Aboul Gheit menyesalkan hal-hal yang mencapai titik ini antara beberapa negara Arab dan khawatir soal konsekuensi dari perbedaan-perbedaan ini terhadap kerja sama Arab," demikian pernyataan kantor Sekjen Liga Arab, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/6/2017).

Lebih lanjut, Aboul Gheit yang merupakan mantan Menteri Luar Negeri Mesir, mengharapkan negara-negara Teluk Arab bisa mengatasi perbedaan dan terus bersatu dalam melawan ancaman yang muncul terhadap keamanan nasional mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Emir Kuwait Minta Qatar Tidak Perburuk Ketegangan

Negara-negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Yaman, juga Mesir, Maladewa dan Libya kompak memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (5/6) waktu setempat. Mereka menuding Qatar mencampuri urusan dalam negeri, mendukung kelompok militan dan mendukung agenda-agenda Iran.

Aboul Gheit juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk kembali pada kesepakatan yang dicapai tahun 2014, saat terakhir kali konflik antara Qatar dan negara-negara tetangganya mencapai ujung tanduk.

Selama bertahun-tahun, Qatar lebih banyak memposisikan diri sebagai mediator dalam berbagai pertikaian di kawasan Timur Tengah. Namun sejak lama juga, Mesir dan negara-negara Teluk Arab menentang dukungan Qatar terhadap kelompok Islamis, khususnya Ikhwanul Muslimin, yang dipandang sebagai musuh politik.

Baca juga: Ikuti Arab Saudi Cs, Maladewa Putuskan Hubungan dengan Qatar

Qatar sendiri telah membantah mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads