Sebagaimana dilansir AFP, Minggu (4/6/2017), polisi menyatakan penembakan yang menewaskan 37 orang itu adalah pria beranak tiga dari Manila. Aksinya dipicu oleh utang perjudian yang membebaninya, bukan dipicu oleh motivasi terorisme.
"Kami mengulangi bahwa ini bukanlah aksi terorisme melainkan insiden ini merupakan aksi seorang diri," kata kepala kepolisian Manila, Oscar Albayalde, kepada wartawan usai identifikasi dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pria bertopeng masuk ke kasino Resorts World dan kompleks hotel di Manila pada Jumat (2/6), menggunakan senjata senapan M4 otomatis dan sebotol bensin. Kemudian dia mengobarkan api di beberapa ruangan dalam kompleks.
Sebanyak 37 orang tewas dalam kebakaran, puluhan orang lainnya terluka saat terinjak-injak untuk keluar, dan pria penembak itu mati setelah lima jam berlalu. Polisi menyebut pelaku kemudian membakar dirinya sendiri.
Namun demikian, ISIS mengklaim bertanggung jawab terkait serangan itu. Klaim itu dinyatakan lewat Amaq, agensi permberitaan mereka, dengan mengatakan bahwa 'petempur' telah melakukan serangan.
Namun, polisi sudah membantah klaim ISIS itu sejak Jumat. Pada Sabtu, Albayalde menyatakan hal ini lagi. "Kami tak akan mengizinkan orang atau kelompok teror menggunakan situasi ini untuk meningkatkan propaganda atau maksud pribadi, apakah itu asing atau lokal," kata Albayalde menganggapi klaim ISIS.
Dia berbicara dalam jumpa pers, bersama keluarga Carlos yang duduk di dekatnya. "Mereka mengucapkan duka cita yang mendalam untuk keluarga dan teman dari korban dan untuk publik secara umum," kata dia. (dnu/imk)











































