Insiden ini terjadi saat Filipina selatan sedang dalam masa darurat militer, usai terjadi bentrokan sengit antara tentara Filipina dengan militan lokal, Maute, yang pro-ISIS di Marawi, Mindanao, Filipina selatan. Militan Maute disebut sedang berusaha mendirikan wilayah kekhalifahan ISIS di Marawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas, kami para penyokong tidak mengharapkan ini terjadi, orang-orang berlarian," imbuhnya.
Baca juga: Jumlah Korban Tewas Pembakaran Kasino Manila 36 Orang
Pelaku yang membawa senapan serbu jenis M4 merangsek ke dalam kasino dan membakar meja judi di dalamnya. Kebakaran yang terjadi memicu kepanikan tamu dan staf. Di tengah kepulan asap pekat di dalam gedung, pelaku menghilang dan diketahui berusaha mencuri kepingan judi senilai 113 juta peso Filipina atau setara Rp 30 miliar.
Keberadaan pelaku ini memicu ketakutan dan kepanikan tamu serta pengunjung kasino dan hotel. "Saya baru akan kembali ke lantai dua, setelah istirahat, saat saya melihat orang-orang berlarian. Beberapa tamu hotel mengatakan seseorang berteriak 'ISIS'," tutur salah satu pegawai Resorts World Manila, Maricel Navaro, kepada radio lokal, DZMM, seperti dilansir AFP. ISIS merupakan kependekan dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
"Para tamu saling berteriak. Kami pergi ke ruang loker di basement dan bersembunyi di sana. Orang-orang berteriak, tamu dan staf semuanya panik." imbuhnya.
Baca juga: Polisi Filipina: Insiden di Kasino Manila Hanya Perampokan
"Ketika kami mencium bau asap, kami memutuskan untuk pergi ke pintu keluar di area parkir mobil. Dari situlah kami keluar. Sebelum kami keluar, kami mendengar dua kali suara tembakan dan muncul asap pekat di lantai dasar," terang Navaro.
Kepolisian Filipina menyatakan, insiden ini tidak terkait dengan terorisme, melainkan hanya perampokan. Pelaku, sebut polisi, sama sekali tidak melukai para tamu dan staf kasino. Polisi menemukan pelaku telah tewas di dalam salah satu kamar hotel di kompleks kasino itu. Belakangan disebut pelaku tewas bakar diri, dengan menuangkan bensin ke selimut yang menutupi dirinya.
Korban tewas akibat insiden ini bertambah menjadi 36 orang, yang sebagian besar tewas karena sesak napas setelah terlalu banyak menghirup asap kebakaran.
Baca juga: Warga AS dan Australia Diimbau Waspada Usai Pembakaran Kasino Manila
(nvc/ita)











































