Bahkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertekad akan mengambil tindakan bersama negara-negara lainnya untuk mencegah terulangnya provokasi Korut tersebut.
"Seperti yang kami sepakati di G7 baru-baru ini, isu Korut merupakan prioritas utama bagi komunitas internasional," kata Abe kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (29//5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat-pejabat Korea Selatan (Korsel) mengatakan, rudal yang diluncurkan Korut hari Senin tersebut diyakini sebagai rudal balistik sekelas Scud dan terbang sejauh sekitar 450 kilometer. Korut diketahui memiliki banyak simpanan rudal berjarak pendek, yang awalnya dikembangkan oleh Uni Soviet.
Ini merupakan peluncuran rudal ketiga kalinya sejak Presiden baru Korsel, Moon Jae-in dilantik pada 10 Mei lalu. Moon telah berjanji akan melibatkan Korut dalam dialog. Menurut Moon, sanksi-sanksi telah gagal menyelesaikan ancaman yang meningkat dari pengembangan program nuklir dan rudal Korut.
Sebelumnya, Korut terakhir kali menembakkan rudal balistik pada 21 Mei lalu dan jatuh di perairan pantai timurnya.
Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah diberikan penjelasan mengenai peluncuran rudal Korut yang terbaru. Pemerintah AS telah menyatakan bahwa pihaknya tengah berdiskusi dengan China mengenai resolusi baru Dewan Keamanan PBB soal Korut.
(ita/ita)











































