Organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Jumat (26/5/2017), menyebut serangan udara koalisi AS itu mengenai sejumlah gedung permukiman di Kota Mayadeen, Provinsi Deir Ezzor, pada Kamis (25/5) waktu setempat.
"Di antara korban tewas, terdapat sedikitnya 26 kerabat militan IS (nama lain ISIS), kebanyakan dari korban adalah wanita dan anak-anak, termasuk warga Suriah dan Maroko," terang Direktur Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah warga setempat mengaku melihat pesawat pengintai dan pesawat perang terbang mengelilingi Kota Mayadeen, sebelum melepaskan rudal yang mengenai dua gedung setempat. Salah satu gedung merupakan tempat permukiman 4 lantai yang dihuni warga Suriah dan Maroko, anggota keluarga petempur ISIS.
"Sembilan korban lainnya merupakan warga sipil Suriah dan termasuk lima anak-anak," imbuh Abdel Rahman.
Ditambahkan Abdel Rahman, bahwa serangan udara koalisi AS juga dilancarkan di Mayadeen pada Rabu (24/5) dan menewaskan 15 orang. Dengan demikian, sebut Abdel Rahman, total korban tewas dalam serangan dua hari terakhir mencapai 50 orang.
Baca juga: Koalisi AS Gempur Konvoi Pasukan Pro-Pemerintah Suriah
Syrian Observatory menyebut, angka tersebut merupakan jumlah korban sipil tertinggi selama bulan Mei ini. Antara 23 April hingga 23 Mei tahun ini, menurut Syrian Observatory, serangan udara koalisi AS telah menewaskan total 225 warga sipil di Suriah.
Menanggapi laporan ini, juru bicara koalisi AS menuturkan kepada Reuters bahwa pihaknya masih memeriksa hasil serangan udara yang dilancarkan di dekat Mayadeen. Koalisi AS selama ini selalu menyatakan pihaknya berhati-hati dalam melakukan serangan, agar tidak memicu korban sipil.
(nvc/nwk)











































