ISIS Klaim Serangan Bom di Konser Ariana Grande

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 23 Mei 2017 21:15 WIB
Pengamanan pascaserangan di konser Ariana Grande (Foto: Dok. Reuters)
Manchester - Sedikitnya 22 orang meninggal dan 59 orang lainnya luka-luka dalam serangan teror di konser Ariana Grande di Manchester, Inggris. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dilansir dari AFP, Selasa (23/5/2017), ISIS menyampaikan klaimnya tersebut melalui sosial media. Tak hanya itu, ISIS juga menyampaikan ancaman akan ada lebih banyak serangan.

"Salah satu tentara khalifah menempatkan bom-bom di antara kerumunan," kata ISIS dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan Polisi telah mengetahui identitas pelaku yang telah dipastikan tewas. Pelaku disebutkan membuat 'pembantaian maksimal'.

Menurut May, pelaku dipercaya beraksi sendiri. Hanya saja pada Selasa (23/5) waktu setempat, Polisi menangkap pria 23 tahun yang dipercaya berkaitan dengan serangan teror tersebut.

Baca juga: Pria 23 Tahun Ditangkap Terkait Bom di Konser Ariana Grande

Seperti dilansir Reuters dan media Inggris, The Telegraph, Selasa (23/5), identitas pria yang ditangkap itu tidak dirilis ke publik. Belum diketahui secara rinci peran pria yang ditangkap dalam ledakan mematikan itu.

"Terkait penyelidikan serangan mengerikan semalam di Manchester Arena, kami bisa mengkonfirmasi bahwa kami telah menangkap seorang pria berusia 23 tahun di South Manchester," demikian pernyataan resmi Kepolisian Manchester via Twitter.

Ledakan bom terjadi di kompleks Manchester Arena yang menjadi lokasi konser penyanyi ternama Amerika Serikat (AS) Ariana Grande. Bom meledak sesaat setelah konser berakhir pada Senin (22/5) malam sekitar pukul 22.33 waktu setempat. Korban luka dirawat di 8 rumah sakit berbeda. (rna/idh)