Dituturkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish, seperti dilansir CNN, Senin (22/5/2017), sejumlah pelaku bersenjata menyerang sebuah guest house (wisma tamu) khusus untuk para relawan kemanusiaan di ibu kota Kabul, pada Sabtu (20/5) waktu setempat.
Kedua relawan kemanusiaan yang dibunuh dan diculik tinggal di guest house yang sama. Seorang warga Afghanistan yang menjaga guest house itu tewas dipenggal para pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Identitas kedua relawan yang menjadi korban tidak dirilis ke publik. Namun diketahui keduanya merupakan anggota LSM Operation Mercy.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Finlandia menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan ini. "Untuk saat ini, identitas para penculik belum diketahui," demikian pernyataan otoritas Finlandia.
Sedangkan Kementerian Luar Negeri Jerman mengkonfirmasi seorang warganya tewas dalam serangan di Kabul. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan otoritas Afghanistan terkait insiden ini.
Baca juga: Bom Bunuh Diri dan Penembakan Terjadi di Stasiun TV Afghanistan
Serangan bersenjata terhadap relawan kemanusiaan ini terjadi saat Afghanistan bersama sekutunya berjuang memerangi kelompok teror di wilayahnya. Awal bulan ini, sedikitnya 8 orang tewas dan 25 orang lainnya luka-luka saat sebuah bom mobil meledak di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kabul. Bom mobil itu disebut sengaja ditargetkan untuk konvoi tentara asing di Afghanistan.
Tiga tentara AS menjadi korban luka dalam insiden itu. Dalam pernyataannya, kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.
Namun diketahui bahwa Taliban selama ini banyak berkontribusi dalam berbagai serangan teror yang bertujuan mendestabilisasi Afghanistan. Bulan lalu, Taliban mendalangi serangan ke pangkalan militer Camp Shaheen yang menewaskan 140 orang.
(nvc/ita)











































