Seperti dilansir AFP, Selasa (16/5/2017), bocah perempuan ini mengaku diperkosa berulang kali oleh ayah tirinya. Pemerkosaan terjadi saat bocah ini ditinggal di rumah oleh ibunya yang bekerja di proyek konstruksi setempat.
Ayah tiri korban telah ditangkap kepolisian setempat. Kasus bocah perempuan ini baru terungkap pekan lalu. Dokter menyatakan, bocah ini mengandung 5 bulan setelah berulang kali diperkosa ayah tirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah mengajukan permohonan kepada pengadilan terkait untuk perintah aborsi. Sekarang saatnya pengadilan untuk menentukan," terang Kepala Kepolisian Distrik Rohtak, Pankaj Nain, kepada AFP.
Beberapa bulan terakhir, pengadilan India menerima sejumlah petisi dari beberapa wanita, termasuk para korban pemerkosaan dan perdagangan manusia, yang ingin melakukan aborsi dengan masa kehamilan melebih 20 minggu.
Para aktivis setempat menyatakan, batasan waktu harusnya diperpanjang menjadi 24 minggu karena seringkali korban pemerkosaan telat melaporkan kehamilan mereka. Pada tahun 2015, Mahkamah Agung India mengizinkan seorang korban pemerkosaan berusia 14 tahun untuk mengaborsi janinnya yang berusia lebih dari 20 minggu.
Angka pemerkosaan di India tergolong sangat tinggi, dengan ibu kota New Delhi sendiri mencatatkan 2.199 kasus pemerkosaan sepanjang tahun 2015. Nyaris 40 ribu kasus pemerkosaan dilaporkan setiap tahun di India. Namun jumlah di lapangan diperkirakan jauh lebih besar, karena kebanyakan korban khawatir akan dicemooh jika melapor.
Baca juga: Sakit Hati, Pria India Perkosa dan Bunuh Mantan Kekasih
(nvc/nwk)











































