DetikNews
Sabtu 29 April 2017, 12:02 WIB

Filipina Tewaskan Tokoh Senior Abu Sayyaf Dalang Penculikan WNI

Novi Christiastuti - detikNews
Filipina Tewaskan Tokoh Senior Abu Sayyaf Dalang Penculikan WNI Ilustrasi (detikcom/Basith Subastian)
Manila - Salah satu pemimpin senior kelompok Abu Sayyaf diyakini tewas dalam baku tembak dengan tentara Filipina di Sulu. Pemimpin senior ini terlibat dalam penculikan warga Malaysia dan Indonesia di perairan Sabah beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (29/4/2017), pemimpin senior Abu Sayyaf yang tewas itu diidentifikasi bernama Al Habsi Misaya. Dia tewas dalam baku tembak di wilayah Indanan, Jolo, yang merupakan ibu kota Provinsi Sulu. Sulu berjarak 950 kilometer dari Manila.

Sumber militer Filipina menyebut baku tembak antara tentara Filipina dengan Abu Sayyaf terjadi pada Jumat (28/4) malam, sekitar pukul 21.35 waktu setempat. Baku tembak terjadi saat tentara Filipina sedang melacak keberadaan anggota kelompok Abu Sayyaf di Pulau Jolo.

Baca juga: Baku Tembak Aparat Filipina-Kelompok Abu Sayyaf, 3 Orang Tewas

Misaya merupakan salah satu dari empat komandan kelompok Abu Sayyaf yang memerintahkan penculikan besar-besaran di Sabah dan perbatasan laut Filipina bagian selatan. Selain Misaya, tiga tokoh senior lainnya yakni Sarip Mura, Radulan Sahiron dan Hatib Sawadjaan masih buron.

Misaya diyakini telah mendanai penculikan lintas perbatasan di Sabah, dengan menyediakan uang bahan bakar, kapal dan senjata api.

Faksi kelompok Abu Sayyaf di bawah pimpinan Misaya mendalangi penculikan sejumlah warga Malaysia pada Mei 2015 di Sabah. Satu warga Malaysia bernama Thien Nyuk Fun (50) dibebaskan pada bulan November tahun yang sama setelah uang tebusan dibayarkan. Sedangkan satu lagi warga Malaysia bernama Bernard Then (39) tewas dipenggal seminggu kemudian.

Baca juga: Kakek Bertangan Satu Pemimpin Abu Sayyaf Ingin Menyerahkan Diri

Kelompok Misaya juga diyakini mendalangi penculikan seorang warga China dan seorang pekerja Filipina pada April 2014. Keduanya bebas setelah dilaporkan membayar uang tebusan.

Tahun lalu, kelompok Misaya menculik 10 WNI dan 5 warga Malaysia yang semuanya akhirnya dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf. Sebanyak 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf itu merupakan awak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi batubara. Kapal tersebut milik PT Patria Maritime Lines anak perusahaan PT United Tractors Pandu Engineering.

Melalui negosiasi yang panjang, akhirnya 10 WNI itu bebas pada 1 Mei 2016. Kesepuluh WNI kemudian diserahterimakan dengan pihak keluarga oleh Kementerian Luar Negeri RI. Semua dalam kondisi sehat.

Baca juga: Militan Abu Sayyaf Pemenggal Sandera Tewas dalam Baku Tembak

Laporan kematian Misaya ini muncul setelah sekutu dekatnya, Maummar Askali alias Abu Rami, tewas di Filipina bagian tengah sekitar dua pekan lalu. Rami tewas saat merencanakan penculikan sejumlah turis di Pulau Bogol.


(nvc/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed