Dilaporkan organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Senin (17/4/2017), dari total 126 korban tewas, sekitar 68 orang di antaranya merupakan anak-anak.
Ledakan bom mobil itu mengenai konvoi bus yang membawa para pengungsi dari kota Fuaa dan Kafraya yang kini dikuasai pemerintah Suriah. Para pengungsi itu hendak dibawa ke titik transit di wilayah Rashidin, sebelah barat Aleppo, yang masih dikuasai pemberontak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses evakuasi para pengungsi ini dilakukan di bawah kesepakatan antara rezim Suriah dengan kelompok pemberontak setempat, yang dimediasi Qatar dan Iran. Selain di kedua kota itu, evakuasi pengungsi juga dilakukan di kota Madaya dan Zabadani, yang dekat dengan ibu kota Damaskus. Para pengungsi yang dievakuasi merupakan warga yang tidak ingin tinggal di wilayah yang dikuasai rezim pemerintah Suriah.
Baca juga: Korban Tewas Ledakan Bom Mobil di Suriah Bertambah Jadi 126 Orang
Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom mobil ini. Rezim Suriah menyalahkan kelompok 'teroris' di balik ledakan ini. Sebutan 'teroris' digunakan rezim Suriah terhadap seluruh musuhnya.
Situasi di lokasi ledakan pada Minggu (16/4) masih kacau. Potongan tubuh korban dan barang-barang milik para pengungsi seperti pakaian, peralatan makan dan bahkan televisi, berserakan. Bangkai bus yang tadinya membawa para pengungsi ringsek akibat ledakan itu.
Laporan menyebut lebih dari 5 ribu orang dievakuasi dari kota Fuaa dan Kafraya pada Jumat (14/4) waktu setempat. Sedangkan sekitar 2.200 orang dievakuasi dari kota Madaya dan Zabadani pada hari yang sama.
Warga yang dievakuasi akhirnya tiba di Provinsi Idlib, yang masih dikuasai pemberontak Suriah, pada Sabtu (15/4) malam waktu setempat. Mereka disambut sorakan dan tembakan ke udara oleh warga setempat. (nvc/ita)











































