Kelompok pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (17/4/2017), jumlah korban jiwa tersebut kemungkinan masih bisa bertambah.
Para petugas Pertahanan Sipil Suriah menyatakan mereka telah menemukan lebih dari 100 jasad dari lokasi ledakan bom pada Sabtu (15/4) tersebut. Dalam insiden itu, ledakan bom menghantam konvoi bus-bus padat penumpang yang mengangkut para pengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kejadian, konvoi bus tersebut mengangkut setidaknya 5 ribu orang termasuk warga sipil dan ratusan petempur pro-pemerintah, yang dibolehkan untuk keluar dari dua desa Syiah tersebut sesuai kesepakatan evakuasi antara rezim Suriah dan kelompok pemberontak.
Belum ada pihak yang mengklaim serangan bom tersebut. Namun menurut media pro-pemerintah Suriah, serangan itu merupakan ledakan bom mobil yang dilakukan seorang pengebom bunuh diri.
Oposisi bersenjata utama Suriah mengutuk pengeboman tersebut dan menyebutnya sebagai "serangan teroris berbahaya". (ita/ita)










































