"Semua yang ditangkap terkait hubungannya dengan serangan teroris di Westminster pada Rabu, 22 Maret, sudah dilepaskan tanpa tindak lanjut apapun," ujar salah seorang pejabat kepolisian London seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masood juga berlari menuju gerbang gedung parlemen dan menusuk seorang polisi hingga tewas. Pelaku tersebut tewas ditembak mati oleh polisi.
Baca juga: Polisi Inggris: Tak Ada Kaitan Pelaku Teror London dengan ISIS
Polisi sebelumnya membebaskan sebelas orang yang diduga terkait dengan teror pada Jumat (31/3) lalu. Sehari kemudian, polisi membebaskan seorang pria berumur 30 tahun yang ditangkap pada Minggu (26/3) dengan dugaan terlibat dengan aksi teror London.
Kepolisian mengatakan metode terornya meniru metode dari ISIS yang menggunakan sedikit dana dan tanpa menggunakan teknologi. Sementara ini, para penyidik kepolisian belum menemukan hubungan antara Masood dengan kelompok ekstrimis di dalam maupun luar negeri.
Media Inggris menyebut Masood mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp sebelum melakukan teror. Hal tersebut membuka kemungkinan bahwa ada pihak lain yang juga terlibat.
Kepala penyidik kepolisian London, Craig Mackey telah mengatakan Masood melakukan aksinya seorang diri. Namun pihaknya tetap melakukan investigasi untuk mengetahui pihak lain yang terlibat.
"Sementara ini kita baru mengetahui Masood bertindak sendiri pada serangan tersebut. Investigasi kita tetap berlanjut untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Dan saya menekankan bahwa ini adalah investigasi langsung," ujar Mackey, Rabu (22/3). (fdu/rna)











































