Polisi Bebaskan 12 Orang yang Diduga Terkait Teror London

Polisi Bebaskan 12 Orang yang Diduga Terkait Teror London

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Sabtu, 01 Apr 2017 22:52 WIB
Polisi Bebaskan 12 Orang yang Diduga Terkait Teror London
Foto: Reuters
London - Kepolisian London melepaskan 12 orang yang sempat ditangkap terkait serangan teror London pada Rabu (22/3) lalu. Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya.

"Semua yang ditangkap terkait hubungannya dengan serangan teroris di Westminster pada Rabu, 22 Maret, sudah dilepaskan tanpa tindak lanjut apapun," ujar salah seorang pejabat kepolisian London seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/4/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, warga kelahiran Inggris Khalid Masood menabrakkan mobilnya di sepanjang jembatan Westminster. Akibatnya, tiga orang pejalan kaki meninggal dunia dan melukai banyak warga lainnya.

Masood juga berlari menuju gerbang gedung parlemen dan menusuk seorang polisi hingga tewas. Pelaku tersebut tewas ditembak mati oleh polisi.

Baca juga: Polisi Inggris: Tak Ada Kaitan Pelaku Teror London dengan ISIS

Polisi sebelumnya membebaskan sebelas orang yang diduga terkait dengan teror pada Jumat (31/3) lalu. Sehari kemudian, polisi membebaskan seorang pria berumur 30 tahun yang ditangkap pada Minggu (26/3) dengan dugaan terlibat dengan aksi teror London.

Kepolisian mengatakan metode terornya meniru metode dari ISIS yang menggunakan sedikit dana dan tanpa menggunakan teknologi. Sementara ini, para penyidik kepolisian belum menemukan hubungan antara Masood dengan kelompok ekstrimis di dalam maupun luar negeri.

Media Inggris menyebut Masood mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp sebelum melakukan teror. Hal tersebut membuka kemungkinan bahwa ada pihak lain yang juga terlibat.

Kepala penyidik kepolisian London, Craig Mackey telah mengatakan Masood melakukan aksinya seorang diri. Namun pihaknya tetap melakukan investigasi untuk mengetahui pihak lain yang terlibat.

"Sementara ini kita baru mengetahui Masood bertindak sendiri pada serangan tersebut. Investigasi kita tetap berlanjut untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Dan saya menekankan bahwa ini adalah investigasi langsung," ujar Mackey, Rabu (22/3). (fdu/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads