"Untuk sementara, kami tidak menemukan bukti adanya hubungan dengan IS atau AQ (Al-Qaeda), namun jelas ada keterkaitan dengan jihad," ucap asisten deputi komisaris polisi, Neil Basu, dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/3/2017).
Beberapa hari terakhir, Kepolisian Inggris tengah gencar melakukan berbagai penangkapan menyusul serangan teror di London. Kabar terakhir, seorang pria ditangkap di pusat kota Birmingham pada Minggu, 26 Maret waktu setempat. Pria berumur 30 tahun ditangkap atas dugaan mempersiapkan serangan teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini belum diketahui motif perbuatan Masood. Kepolisian mengakui bahwa mereka mungkin tak akan pernah tahu mengapa Masood menabrakkan kendaraannya ke puluhan pejalan kaki sebelum menusuk mati seorang polisi.
Masood ditembak polisi usai membunuh seorang polisi di dekat gerbang Gedung Parlemen di London pada Rabu (22/3) sore waktu setempat. Sebelum menusuk mati polisi bernama Keith Palmer tersebut, pria berumur 52 tahun itu menabrakkan mobilnya ke para pejalan kaki di Jembatan Westminster, hingga menewaskan tiga orang. Ketiganya adalah seorang pria Amerika Serikat bernama Kurt Cochran (54), seorang wanita Inggris bernama Aysha Frade (43) dan seorang kakek berusia 75 tahun yang meninggal saat dirawat di rumah sakit. (dhn/dhn)










































