Soal Larangan Laptop di Kabin, Emirates: Siapa yang Butuh Laptop?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 22 Mar 2017 11:08 WIB
Screenshot Twitter @emirates
Dubai - Larangan membawa laptop dan tablet ke kabin pesawat yang diberlakukan otoritas Amerika Serikat (AS) memicu kritikan. Namun maskapai Uni Emirat Arab, Emirates, santai menghadapi larangan tersebut. Emirates bahkan menjadikan larangan itu sebagai salah satu iklan untuk tayangan hiburan dalam penerbangan. "Siapa juga yang butuh tablet dan laptop?" demikian bunyi iklan tersebut.

Iklan tersebut menampilkan adegan para penumpang pesawat, salah satunya aktris Hollywood Jennifer Aniston, sedang asyik menggunakan in-flight entertainment atau hiburan dalam penerbangan. Setiap kursi penumpang dilengkapi dengan layar dan remote control sendiri.

"Who needs tablets and laptops anyway?" demikian bunyi bagian awal iklan maskapai Emirates dalam akun Twitter resminya, @emirates, seperti dikutip detikcom, Rabu (22/3/2017).

"Over 2500 channels of the latest movies, box sets, live sport, and kids TV," demikian bunyi iklan Emirates itu mempromosikan hiburan yang ada dalam setiap penerbangannya.

"Let us entertain you," tegas Emirates pada bagian akhir iklannya. Emirates merupakan maskapai Uni Emirat Arab yang berbasis di Dubai. Selain Emirates, Etihad Aiways yang juga maskapai Uni Emirat Arab, namun berbasis di Abu Dhabi, juga terkena dampak larangan itu.




Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberlakukan larangan bagi setiap alat elektronik berukuran lebih besar dari telepon genggam (dengan panjang lebih dari 16 cm, lebar 9,3 cm dan ketebalan 1,5 cm) untuk dibawa ke kabin pesawat. Larangan ini diberlakukan sejak Senin (20/3) waktu setempat. Alat-alat elektronik itu bisa dibawa ke pesawat, namun harus dimasukkan ke bagasi.

Larangan AS ini diberlakukan untuk penerbangan tujuan AS dari 10 bandara yang ada di 8 negara mayoritas muslim. Penerbangan internasional dari Yordania, Kuwait, Mesir, Turki, Arab Saudi, Maroko, Qatar, dan Uni Emirat Arab terkena dampak larangan ini. Sedikitnya ada 50 penerbangan tujuan AS untuk setiap harinya berasal dari negara-negara itu.

Baca juga: Kemungkinan Aksi Teror Picu AS dan Inggris Larang Laptop di Kabin

Maskapai internasional yang terkena dampak larangan ini antara lain, Royal Jordanian, EgyptAir, Turkish Airlines, Saudi Arabian Airlines, Kuwait Airways, Royal Air Maroc, Qatar Airways, Emirates dan Etihad Airways. Maskapai AS tidak terkena dampaknya, namun setiap warga AS yang menumpang maskapai yang terdampak larangan itu juga menghadapi larangan yang sama.


Selain AS, Inggris juga memberlakukan larangan serupa. Namun larangan Inggris hanya berlaku untuk enam negara asal, yakni Turki, Libanon, Yordania, Mesir, Tunisia dan Arab Saudi. Delapan maskapai internasional dan enam maskapai Inggris seperti British Aiways dan EasyJet, terkena dampaknya.

Sementara itu, otoritas Kanada masih mempertimbangkan larangan semacam ini, setelah mendapat penjelasan langsung dari otoritas AS.

Baca juga: Kanada Pertimbangkan Ikut AS dan Inggris Larang Laptop di Kabin

(nvc/ita)